Loading
Takut gempa susulan dan tsunami, ribuan warga Kota Maumere lari berhamburan menuju dataran tinggi. (Foto-Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)
MAUMERE, ARAHKITA.COM – Gempa bumi dengan magnitudo 7,5 pada Selasa (14/12/2021) pukul 10.20.22 WIB yang pusatnya berada di 7.59 Lintang Selatan 122.26 Bujur Timur pada kedalaman 12 kilometer mengguncang beberapa daerah di daratan Flores dan sekitarnya membuat panik warga kota Maumere.
Pantauan media ini pada Selasa (14/12/2021) siang tadi ribuan warga kota Maumere panik dan lari berhamburan menyelamatkan diri. Tampak di ruas jalan Soekarno-Hatta menuju jalan Moan Subuh Sadipun Nelle, kendaraan padat merayap dan macet karena warga kota Maumere semuanya bergegas menuju ke arah Nelle dan Nita.
Banyak warga yang menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat namun ada juga yang berjalan kaki menuju ke daerah berdataran tinggi atau tempat yang dirasa cukup aman seperti di Nelle dan Nita untuk mengamankan diri pascagempa karena berpotensi tsunami.
Inarti Iry warga Centrum Kota Maumere kepada media ini mengatakan dirinya merasa panik dan trauma dengan kejadian bencana gempa yang mengguncang kota Maumere tadi siang. Karena ia juga pernah merasakan betapa dahsyatnya gempa pada tahun 1992 silam. Waktu kata Inarty dia berumur 10 tahun sedang dibangku sekolah dasar kelas empat.
"Ia saya panik dan trauma dengan gempa siang ini, karena saya juga trauma dengan kejadian gempa pada 12 Desember tahun 1992 silam," ungkap Narty.
Inarti Iry warga Centrum.
Hal senada juga disampaikan Erna Susanty Malo bahwa dirinya merasa takut dan panik dengan kejadian gempa siang ini. Dia juga mengajak anggota keluarganya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman yaitu di Nelle.
"Tadi pas setelah gempa saya bersama anggota keluarga lari berhamburan menyelamatkan diri di tempat yang lebih dengan mengungsi ke Nelle," kata Erna Susanti.
Tonton juga di Link Youtube: Warga Kota Maumere Panik dan Lari Berhamburan....
Sementara itu Sebastianus warga Kelurahan Waioti mengatakan bahwa ia bersama anggota keluarganya sudah mengungsi di Watuliwung.
"Ia saya bersama mengantar anggota keluarga saya di Watuliwung, kami takut jangan-jangan ada gempa susulan dan air laut naik karena rumah kami ada di pesisir pantai Waioti ini,”ujar Sebas.
Erna Susanty Malo.
Bupati Roby Imbau Warga Tetap Tenang
Menanggapi hal ini Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengimbau seluruh warga masyarakat Kabupaten Sikka agar tetap tenang dan jangan panik. Bahwa berdasarkan informasi informasi dari BMKG pusat menyatakan bahwa pada pukul 13.27 potensi tsunami telah berakhir. Maka masyarakat diimbau hal-hal sebagai berikut: Kembali ke rumahnyan masing masing dan selalu waspada. Masyarakat diharapkan agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah.
Menurut keterangan pers BMKG, gempa susulan itu pusatnya berada pada kedalaman 10 kilometer di 129 barat laut Maumere di Kabupaten Sikka, 134 kilometer timur laut Mbay di Kabupaten Nagekeo, 144 kilometer timur laut Ende, dan 357 kilometer barat laut Kupang.
BMKG menyatakan bahwa gempa susulan itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun mengimbau warga di daerah sekitar pusat gempa agar tetap mewaspadai dampak gempa susulan.
Sebelumnya BMKG menyampaikan peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku menyusul gempa dengan magnitudo 7,4 yang terjadi Selasa pukul 10.20 WIB di 112 kilometer barat laut Larantuka.