Loading
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fransiskus Xaverius Seda Kabupaten Sikka, Ota Thalo. (Pos Kupang Tribunnews)
MAUMERE, ARAHKITA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fransiskus Xaverius Seda Kabupaten Sikka, Ota Thalo mengimbau warga kota Maumere dan sekitarnya yang saat ini berada di lokasi pengungsian agar segera kembali ke rumah masing masing. Warga juga diminta agar jangan panik.
Warga saat ini masih mengungsi di daerah dataran tinggi pascagempa yang mengguncang Kota Maumere pada Selasa (14/12/2021). Mereka memilih mengungsi lantaran takut apabila terjadi gempa susulan dan air laut naik dan masih trauma dengan gempa 12 Desember 1992 silam yang terjadi di Maumere.
"Peringatan dini tsunami telah berakhir dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing. Tapi, tetap waspada dengan gempa susulan yang bisa saja terjadi," kata Ota.
Sebelumnya peringatan dini tsunami telah dikeluarkan oleh BMKG untuk wilayah NTT karena gempa berkekuatan magnitudo 7,5 pada pukul 11.20.22 WITA dengan lokasi 112 km barat laut Kota Larantuka, NTT.
BMKG juga telah mengeluarkan arahan potensi tsunami untuk diteruskan kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya mengimbau warga Sikka untuk menjauhi area pantai.
Namun, BMKG kembali menyatakan peringatan dini tersebut telah berakhir dua jam setelah peringatan pertama dikeluarkan.
Pihaknya mengajak warga untuk memastikan rumah tinggal mereka aman, tidak ada bangunan yang retak, rusak berat atau tidak layak huni.
Jika terjadi gempa susulan yang berpotensi tsunami, kata dia, diharapkan warga bisa melakukan evakusi mandiri sembari tetap memantau perkembangan informasi gempa yang dikeluarkan oleh BMKG.
“Kami mengimbau agar masyarakat yang berada di lokasi pengungsian baik di daerah pegunungan, di dataran tinggi dan di kebun-kebun agar boleh kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan aktifitas sebagaimana biasanya dan jangan panik",”imbau Ota dalam pernyataannya yang diterima media ini, Rabu (15/12/2021).
Dikatakan dia, bahwa sesuai dengan pengamatan BMKG, untuk perkembangan gempa susulan yang terjadi di Flores umumnya dan Kabupaten Sikka khususnya, gempa yang terjadi itu cenderung menurun.
Ota menyarankan warga, ketika berada di rumah dan terasa mungkin terjadi gempa seperti goyangan benda-benda di dalam rumah sangat kuat, atau seperti mobil yang lewat sangat kencang segera lakukan evakuasi mandiri. Hal tersebut merupakan langkah awal yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah pesisir.
"Warga harus waspada, namun tetap tenang serta tetap memantau informasi yang dikeluarkan BMKG," ujarnya.
Adapun guncangan gempa bumi itu dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Adonara dan Lembata III – IV MMI yang dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Selanjutnya getaran terasa di Tambolaka, Waikabubak, Waingapu pada Skala III Modified Mercally Intensity (MMI), yang mana getaran dirasakan nyata dalam rumah, demikian Ota Thalo.