Loading
Penyerang sayap muda Manchester City Ryan McAidoo berselebrasi seusai mencetak gol debut ke gawang Exeter City dalam putaran ketiga Piala FA 2025/2026 di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (10/1/2026). Manchester City memenangkan pertandingan itu dengan skor 10-1. (Manchester City)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Manchester City benar-benar “memamerkan kekuatan penuh” mereka di Piala FA 2025/2026. Bermain di Stadion Etihad pada Sabtu (10/1/2026), City menghajar Exeter City dengan skor telak 10-1 pada putaran ketiga.
Namun kemenangan besar ini bukan cuma soal banjir gol. Yang paling menarik, pertandingan tersebut berubah menjadi panggung spesial bagi para pemain muda. Asisten pelatih Pepijn Lijnders bahkan secara terbuka memuji mentalitas para pemain akademi yang tampil tanpa rasa takut dan penuh rasa memiliki terhadap klub.
“Lihat berapa banyak pemain dari akademi kami dan semangat dalam hati mereka, bagaimana anak-anak ini sangat ingin mewakili klub,” kata Lijnders, dikutip dari laman resmi Manchester City.
Pesta Gol yang Bikin Etihad Bergemuruh
Sejak awal laga, Manchester City tampil tanpa kompromi. Serangan mereka mengalir deras dari sayap ke tengah, memaksa Exeter terus bertahan dan bekerja ekstra mengejar bola.
Berdasarkan laporan pertandingan, City mencetak gol lewat kombinasi pemain senior, pemain baru, hingga jebolan akademi. Rico Lewis ikut mencuri perhatian setelah menyumbang dua gol, sementara beberapa nama muda lain tampil sangat dewasa dalam mengambil keputusan di lapangan.
Exeter sendiri hanya mampu mencetak satu gol hiburan di fase akhir pertandingan. Meski kalah jauh, gol tersebut tetap menjadi momen emosional bagi tim tamu di tengah dominasi penuh City.
7 Pemain Akademi Turun: Bukti Regenerasi City Tak Sekadar Wacana
Lijnders memberi kesempatan kepada banyak pemain akademi. Di starting XI, City menurunkan empat pemain akademi, yaitu:
Lalu di babak kedua, City memasukkan lagi beberapa nama muda lain termasuk:
Jika dihitung total, ada tujuh pemain akademi yang merumput pada laga ini. Dalam laga dengan skor sebesar itu, keputusan memainkan banyak pemain muda bukan tindakan “coba-coba”, melainkan pesan tegas: Manchester City punya kedalaman skuad sekaligus regenerasi yang siap tempur.
Trafford dan Rico Lewis Tunjukkan Level Berbeda
Di posisi kiper, James Trafford tampil tenang dan rapi. Meski tidak banyak diuji karena dominasi penguasaan bola City, momen kecil seperti membaca arah bola, komunikasi dengan bek, dan distribusi cepat menunjukkan kematangan permainan.
Sementara itu, Rico Lewis jadi salah satu wajah utama kemenangan besar ini. Selain gol, kontribusinya terlihat dari pergerakan tanpa bola dan cara dia menyambungkan lini tengah ke area serang—sesuatu yang biasanya hanya dimiliki pemain berpengalaman.
Lijnders: Akademi bukan Pelengkap, tapi Sumber Energi
Kemenangan besar sering dianggap sekadar statistik. Tapi bagi Lijnders, ada nilai yang lebih penting: karakter. Ia melihat para pemain akademi bermain dengan semangat, lapar pembuktian, dan keberanian besar.
Itulah sebabnya kemenangan 10-1 ini terasa berbeda—karena bukan hanya menampilkan dominasi tim utama, tapi juga memperlihatkan masa depan City yang sudah siap dipakai kapan pun dibutuhkan.