Loading
Perenang Indonesia Harsanto Mutiara Cantik menunjukkan medali emas usai memecahkan rekor pada nomor 100 meter gaya dada putri SB9 ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
JAKARTA ARAHKITA.COM – ASEAN Para Games 2025 Thailand resmi dibuka dengan penuh kemeriahan di 80th Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa (20/1/2026) malam. Paduan permainan cahaya, kembang api, tarian, serta musik megah menjadi pembuka pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu.
Pesan persahabatan dan semangat inklusivitas juga disampaikan langsung oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (Rama X). Namun begitu kompetisi dimulai, atmosfer berubah menjadi arena persaingan penuh gengsi dan kebanggaan antarnegara.
Pada hari pertama pertandingan, kontingen Indonesia langsung menunjukkan taringnya. Dua emas pembuka diraih dari cabang para balap sepeda melalui Nurfendi di nomor men’s time trial B MB2 dan Vanza Mifthahul Jannah pada women’s time trial B WB2.
Momentum positif berlanjut di cabang para renang, yang tampil impresif dengan raihan enam medali emas, empat di antaranya disertai rekor baru ASEAN Para Games.
Emas pertama para renang dibuka oleh Siti Alfiah dari nomor 400 meter gaya bebas putri S6, yang digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium’s Aquatic Center. Setelah itu, Merah Putih terus mengoleksi emas dan mengirim pesan kuat kepada tuan rumah bahwa Indonesia datang sebagai penantang serius juara umum.
Pelatih kepala tim para renang Indonesia, Agni Herarta, menilai hasil hari pertama menjadi modal penting.
“Empat rekor yang tercipta menunjukkan bahwa persiapan atlet berjalan sesuai rencana. Ini jadi sinyal bahwa Indonesia siap bersaing hingga akhir,” ujar Agni, seperti yang dikutip dari Antara.
Empat Rekor Baru Warnai Dominasi Indonesia
Rekor pertama dicatat Mutiara Cantik Harsanto di nomor 100 meter gaya dada putri SB9 dengan waktu 1 menit 29,86 detik, sekaligus mengungguli perenang Malaysia dan Thailand.
Rekor kedua disumbang Mulyadi di 100 meter gaya dada putra SB4 lewat catatan 1 menit 44,70 detik. Pengalaman panjang perenang senior berusia 35 tahun ini menjadi kunci kestabilan performa.
Dua rekor lainnya hadir dari nomor yang sama melalui Muhammad Gerry Pahker (SB6) dengan waktu 1 menit 32,49 detik dan Abdul Majid Rahman (SB7) yang finis dalam 1 menit 21,27 detik.
“Dominasi di nomor gaya dada memperlihatkan kedalaman skuad kami, baik dari atlet muda maupun senior,” tambah Agni.
Emas Tak Terduga dan Kedalaman Skuad
Selain empat emas berrekor, Indonesia juga meraih dua emas lain lewat Siti Alfiah dan Syuci Indriani di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri S14.
Menariknya, sejumlah emas datang dari nomor yang sebelumnya diprediksi berlangsung ketat. Hal ini menunjukkan peningkatan merata performa atlet Indonesia, tidak hanya bergantung pada nomor unggulan tradisional.
Medali perak diraih antara lain oleh Syailendra Ihza Firmansyah Putra, Aris Wibawa, Theradina Audria Lie, serta Mutiara Cantik Harsanto di nomor 100 meter gaya bebas putri S9. Sementara perunggu disumbangkan Simon Abraham Situmorang dan Riyanti.
Dengan enam emas dan empat rekor di hari pertama, tim para renang Indonesia diprediksi masih memiliki potensi besar menambah koleksi medali pada hari-hari berikutnya, sekaligus menjaga asa hat-trick juara umum ASEAN Para Games setelah sukses di edisi 2022 dan 2023.