Loading
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso. ANTARA/Xinhua/Gustavo Valiente/aa.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Real Madrid secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama, menyusul kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi, Senin (12/1/2026). Keputusan ini diumumkan klub sehari setelah laga tersebut.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Los Blancos menyebut keputusan diambil melalui kesepakatan bersama.
“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjabat sebagai pelatih tim utama. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan pelatih,” tulis Real Madrid melalui situs resminya, Selasa (13/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara.
Meski berpisah, Madrid tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Alonso. Klub menegaskan hubungan emosional dengan mantan gelandang andalannya itu tidak akan pudar.
“Xabi Alonso akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para Madridista. Ia adalah legenda klub yang merepresentasikan nilai-nilai Real Madrid. Klub ini akan selalu menjadi rumah baginya,” lanjut pernyataan tersebut.
Performa Tak Konsisten Jadi Pertimbangan
Pemecatan Alonso terjadi setelah Madrid gagal meraih trofi Piala Super Spanyol dan tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen sementara LaLiga. Kondisi tersebut dinilai belum sesuai dengan ekspektasi manajemen klub.
Xabi Alonso mulai menangani Real Madrid sejak 1 Juni 2025, usai mencatatkan kesuksesan besar bersama Bayer Leverkusen dengan meraih dua gelar domestik musim 2023/2024 dan membawa klub Jerman itu ke final Liga Europa.
Pada awal masa kepelatihannya di Madrid, Alonso sempat mencuri perhatian. Ia membawa Los Blancos melaju ke semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 dan mencatatkan 13 kemenangan dari 14 laga awal, dengan satu-satunya kekalahan terjadi saat derbi Madrid melawan Atletico yang berakhir 2-5 pada September 2025.
Namun, performa tim mulai menurun setelah kekalahan 0-1 dari Liverpool pada 4 November. Sejak saat itu, Madrid hanya mampu meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan, sebelum sempat bangkit dengan lima kemenangan beruntun.
Kendati demikian, rentetan hasil positif tersebut dinilai belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan penuh manajemen.
“Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, dan klub memutuskan mengambil langkah terbaik demi masa depan tim,” tulis pernyataan internal klub yang dikutip media Spanyol.