Jumat, 16 Januari 2026

Alasan Manchester United Pilih Michael Carrick Jadi Pelatih Interim


 Alasan Manchester United Pilih Michael Carrick Jadi Pelatih Interim Michael Carrick. (Manutd.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara Manchester United hingga akhir musim 2025/2026 bukanlah keputusan instan. Manajemen klub mempertimbangkan berbagai faktor strategis demi menjaga stabilitas tim di tengah musim yang berjalan kurang ideal.

Proses penunjukan tersebut dimulai dua hari setelah Manchester United memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Amorim meninggalkan Old Trafford dengan catatan kemenangan 38,1 persen, menjadi salah satu rekor terendah bagi manajer MU di era Liga Inggris.

Direktur Olahraga Manchester United, Jason Wilcox, bersama CEO Omar Berrada, bergerak cepat menentukan sosok yang mampu menjaga konsistensi tim hingga akhir musim. Menurut laporan ESPN, keduanya sepakat bahwa klub membutuhkan figur yang memahami kultur internal Manchester United tanpa memerlukan waktu adaptasi panjang.

“Tugas utama kami adalah menstabilkan tim dan menjaga target realistis musim ini tetap terbuka,” ujar salah satu sumber internal klub yang dikutip ESPN, Kamis (15/1/2026).

Dalam proses seleksi, muncul tiga kandidat utama yang semuanya memiliki latar belakang kuat di Manchester United, yakni Michael Carrick, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy. Ketiganya merupakan mantan pemain di era Sir Alex Ferguson dan pernah merasakan peran kepelatihan di klub.

Manajemen juga meminta pandangan Sir Alex Ferguson, meski perannya sebagai duta klub telah berakhir pada Oktober 2024. Ferguson diundang ke pusat latihan Carrington dalam pertemuan informal bersama Wilcox dan Berrada.

“Sir Alex mengenal ketiga kandidat dengan sangat baik. Pandangannya kami dengarkan sebagai referensi, bukan sebagai penentu,” kata sumber klub tersebut.

Dalam pertemuan itu, Ferguson disebut memberikan pandangan positif terhadap Carrick. Namun, manajemen MU tetap berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu ketika Ferguson menunjuk langsung David Moyes pada 2013, yang berujung kegagalan dalam waktu singkat.

Wilcox kemudian menghubungi ketiga kandidat sehari setelah pemecatan Amorim. Mereka diminta memaparkan rencana untuk menyelamatkan musim Manchester United, yang masih menargetkan tiket kompetisi Eropa. Carrick dan Solskjaer menjalani presentasi secara langsung, sementara Van Nistelrooy melakukannya melalui pertemuan daring.

Pada akhirnya, Manchester United memilih skema pelatih interim hingga akhir musim. Keputusan ini diambil agar klub memiliki waktu lebih longgar untuk mencari pelatih permanen pada bursa musim panas mendatang.

Dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026), Carrick dinilai paling cocok untuk kebutuhan jangka pendek tersebut. Selain pengalamannya selama 12 tahun sebagai pemain di Old Trafford, ia juga pernah menjadi bagian staf pelatih di era Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer.

“Carrick memahami ruang ganti, para pemain, dan standar klub. Itu menjadi nilai tambah besar,” ujar sumber manajemen MU.

Dari sisi teknis, Carrick dikenal memiliki pendekatan yang tenang namun tegas. Saat menjadi asisten Solskjaer, ia lebih sering terlibat langsung dalam sesi latihan dan komunikasi dengan pemain. Otoritasnya di ruang ganti disebut terbentuk secara alami tanpa pendekatan konfrontatif.

Persaingan terdekat datang dari Solskjaer. Meski memiliki kedekatan emosional dengan klub, manajemen menilai Carrick lebih selaras dengan struktur organisasi baru. Solskjaer disebut menerima keputusan tersebut secara profesional setelah diberi penjelasan langsung oleh manajemen.

Usai resmi ditunjuk, Carrick langsung menyusun tim kepelatihan. Manchester United menunjuk Jonathan Woodgate, Jonny Evans, Travis Binnion, dan Steve Holland sebagai asisten untuk mendukung tugasnya hingga akhir musim.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru