Kamis, 22 Januari 2026

Trump Batalkan Ancaman Tarif ke Eropa, IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat


 Trump Batalkan Ancaman Tarif ke Eropa, IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik menguat pada Kamis pagi, mengikuti sentimen positif bursa global. Katalis utamanya datang dari Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump mencabut ancaman tarif terhadap Uni Eropa, yang sebelumnya sempat memicu ketegangan di pasar.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 41,83 poin atau 0,46% ke level 9.052,16. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut menguat 4,63 poin atau 0,53% ke posisi 876,05.

Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini cenderung rebound.

“IHSG hari ini (22/1) diprediksi rebound dalam kisaran 8.950–9.070,” ujar Ratih dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Sentimen Global: Tarif Mereda, Isu Greenland Menurun

Dari luar negeri, Trump disebut mencabut ancaman tarif untuk negara-negara Eropa. Situasi ini ikut didorong kabar bahwa AS dan Greenland telah mencapai “kerangka kesepakatan”.

Trump juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam upaya mengambil alih Greenland—pernyataan yang membantu meredakan kekhawatiran pasar.

Sebelumnya, isu Greenland dan retorika tarif Trump sempat membuat pasar bergejolak. Ia pernah melontarkan rencana tarif bertahap 10–25% terhadap delapan negara NATO, bahkan mengancam tarif 200% untuk anggur Prancis, serta sempat mengkritik Inggris. Rentetan pernyataan ini memperbesar volatilitas di berbagai bursa.

Dalam Negeri: BI Tahan Suku Bunga demi Stabilitas Rupiah

Dari sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan menahan BI-Rate di 4,75%. Adapun suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75%, sedangkan Lending Facility berada di 5,50%.

Kebijakan ini dilihat sebagai langkah menjaga stabilitas, terutama setelah nilai tukar Rupiah sempat tertekan hingga menyentuh level terendah sepanjang masa pada Selasa (20/1).

Wall Street Kompak Hijau, Eropa Campuran

Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), bursa Eropa ditutup bervariasi. Euro Stoxx 50 turun 0,36%, DAX Jerman melemah 0,58%, sementara FTSE 100 Inggris naik 0,11% dan CAC Prancis menguat 0,08%.

Sementara itu, Wall Street tampil solid. Seluruh indeks utama di AS menguat:

  • Dow Jones naik 0,21% ke 49.076,98
  • S&P 500 melonjak 1,16% ke 6.875,62
  • Nasdaq menguat 1,36% ke 25.326,58
  • Bursa Asia Pagi Ini Ikut Menguat

Penguatan juga terlihat di mayoritas bursa Asia pada Kamis (22/1/2026) pagi:

  • Nikkei melonjak 1,93% ke 53.794,39
  • Shanghai naik 0,17% ke 4.123,85
  • Hang Seng turun tipis 0,07% ke 26.565,44
  • Strait Times menguat 0,39% ke 4.828,52

Kombinasi sentimen global yang lebih tenang, dukungan Wall Street, dan langkah stabilisasi dari BI menjadi faktor yang mendorong IHSG bergerak lebih positif pada perdagangan hari ini.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru