Kamis, 22 Januari 2026

Polisi NSW Larang Pendukung Neo-Nazi Masuk Sydney pada Perayaan Hari Australia


 Polisi NSW Larang Pendukung Neo-Nazi Masuk Sydney pada Perayaan Hari Australia Seorang wanita berjalan melewati Gedung Opera Sydney di Sydney, Australia (6/7/2022). ANTARA/Xinhua/Hu Jingchen/aa

SYDNEY, ARAHKITA.COM  – Kepolisian negara bagian New South Wales (NSW), Australia, mengeluarkan larangan bagi kelompok neo-Nazi untuk memasuki kawasan pusat bisnis Sydney (CBD) pada perayaan Hari Australia, Senin, 26 Januari 2026.

Laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC) menyebutkan, larangan ini diterapkan melalui public safety order yang berlaku selama 24 jam. Beberapa individu yang dikenal mendukung neo-Nazi dilarang berada di CBD, untuk mencegah potensi gangguan keamanan selama perayaan.

Asisten Komisaris Kepolisian NSW, Brett McFadden, menekankan bahwa langkah ini diambil karena kehadiran kelompok tersebut berisiko serius bagi keselamatan publik.

 “Kehadiran mereka di pusat kota saat perayaan berpotensi memicu konflik dan mengancam keselamatan warga. Kami bertindak proaktif untuk melindungi masyarakat,” ujar McFadden.

Dokumen perintah tersebut juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran larangan akan berpotensi berakhir dengan hukuman maksimum lima tahun penjara.

Hari Australia dirayakan setiap 26 Januari untuk memperingati kedatangan Armada Pertama Inggris di Pelabuhan Sydney pada 1788. Namun, hari ini juga menjadi momen aksi protes oleh Masyarakat Pribumi Australia (Indigenous Australians) yang menandai tanggal tersebut sebagai Hari Invasi (Invasion Day) atau Hari Bertahan Hidup (Survival Day).

Komisaris Kepolisian NSW, Mal Lanyon, mengatakan bahwa pembatasan aksi unjuk rasa publik telah dilonggarkan sejak insiden teror di Pantai Bondi.

“Meski pembatasan dikurangi, keselamatan publik tetap menjadi prioritas. Demonstrasi di Sydney dapat berlangsung, namun tetap diawasi secara ketat,” tutur Lanyon, seperti yang dikutip dari Antara.

Kepolisian NSW menekankan kesiapan petugas untuk memastikan semua kegiatan perayaan dan protes berjalan aman dan tertib, tanpa mengganggu warga yang merayakan Hari Australia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru