Kamis, 15 Oktober 2026

Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic:


 Jannik Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic: Sinner Akui Kekalahan dari Djokovic:

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Jannik Sinner harus menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya setelah gagal melaju ke final Australian Open. Petenis Italia itu kalah dari Novak Djokovic dalam laga semifinal lima set yang berlangsung dramatis di Rod Laver Arena, Jumat malam waktu setempat.

Sinner yang sempat unggul dua set berbanding satu tidak mampu menuntaskan pertandingan. Kekecewaan jelas terlihat dari ekspresinya usai laga, terutama karena banyaknya peluang yang terbuang pada momen-momen krusial.

Ia mengakui kekalahan tersebut terasa sangat berat, mengingat Australian Open memiliki arti khusus baginya. Sinner datang ke Melbourne dengan ambisi meraih gelar ketiga secara beruntun dan membawa modal lima kemenangan beruntun atas Djokovic dalam pertemuan sebelumnya.

"Sangat menyakitkan," kata Sinner ketika ditanya seberapa besar rasa sakit dari kekalahan itu dalam konferensi pers pascapertandingan, dikutip dari ATP.

Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama, dengan kedua pemain menampilkan level permainan tinggi. Namun, Sinner gagal memanfaatkan peluang emas, terutama di set kelima ketika ia memiliki sejumlah break point yang tidak berhasil dikonversi. Berdasarkan catatan ATP, unggulan kedua itu hanya mampu memaksimalkan dua dari 18 peluang break point sepanjang pertandingan.

Sinner mengakui bahwa Djokovic tampil luar biasa pada saat-saat penting. Ia menyebut beberapa keputusan dan pilihan permainan yang diambilnya tidak berjalan sesuai rencana, sesuatu yang menurutnya merupakan bagian dari dinamika tenis di level tertinggi.

Kekalahan ini membuat Sinner dipastikan absen dari final Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024. Pada partai puncak Australian Open yang digelar Minggu, Djokovic akan kembali tampil, sementara Sinner harus puas menjadi penonton.

Meski kecewa, dilansir Antara, Sinner tetap memberikan pujian kepada Djokovic. Ia menilai performa petenis Serbia itu tidak mengejutkan, mengingat rekam jejaknya sebagai pemilik 24 gelar Grand Slam. Menurut Sinner, turnamen Grand Slam selalu memunculkan motivasi ekstra bagi para pemain elite, termasuk Djokovic.

Sinner berharap kekalahan ini bisa menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan permainannya ke depan. Ia menegaskan akan mencoba mengambil sisi positif dari pengalaman pahit tersebut.

Usai Australian Open, Sinner tetap mempertahankan peringkat dua dunia ATP, posisi yang sama seperti saat ia tiba di Melbourne, meski harus mengubur ambisi mempertahankan gelar juara.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru