Jumat, 16 Januari 2026

Ekspor Mobil Korea Selatan Cetak Rekor, Kendaraan Ramah Lingkungan Jadi Andalan


 Ekspor Mobil Korea Selatan Cetak Rekor, Kendaraan Ramah Lingkungan Jadi Andalan Kendaraan baru Hyundai Elantra dipamerkan di Area Pameran Otomotif selama Pameran Impor Internasional Tiongkok (CIIE) ke-7 di Shanghai, China timur. (Antara/Xinhua)

SEOUL, ARAHKITA.COM – Kinerja ekspor otomotif Korea Selatan mencatatkan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Pemerintah Korea Selatan menyebut lonjakan ini ditopang oleh kuatnya permintaan global terhadap kendaraan ramah lingkungan, khususnya di pasar Eropa dan Asia.

Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Sumber Daya Korea Selatan melaporkan nilai ekspor mobil mencapai 71,99 miliar dolar AS sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menandai pencapaian di atas 70 miliar dolar AS selama tiga tahun berturut-turut.

“Permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan menjadi faktor utama yang mendorong ekspor otomotif mencapai rekor baru,” kata perwakilan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Sumber Daya Korea Selatan dalam pernyataan resminya, Kamis (15/1/2026).

Pemerintah mencatat, pengiriman sedan ramah lingkungan melonjak signifikan sepanjang tahun lalu. Nilai ekspornya naik 11 persen hingga menembus 25,77 miliar dolar AS, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen global ke arah kendaraan yang lebih efisien dan beremisi rendah.

Di sisi lain, ekspor otomotif Korea Selatan ke Amerika Serikat justru mengalami penurunan. Nilainya merosot 13,2 persen menjadi 30,15 miliar dolar AS, yang dipengaruhi oleh kebijakan tarif impor yang diberlakukan pemerintah AS.

Sementara itu, pasar Uni Eropa dan Asia menunjukkan tren positif. Ekspor kendaraan ke Uni Eropa meningkat dengan nilai mencapai 8,06 miliar dolar AS, sedangkan pengiriman ke negara-negara Asia naik dua digit menjadi 5,88 miliar dolar AS pada 2025.

Dari sisi volume, jumlah kendaraan yang diekspor Korea Selatan tercatat sebanyak 2.736.308 unit, turun tipis 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada ekspor suku cadang otomotif yang melemah 5,9 persen menjadi 21,20 miliar dolar AS.

Produksi kendaraan di pabrik-pabrik dalam negeri turut mengalami koreksi ringan. Sepanjang 2025, jumlah mobil yang diproduksi mencapai 4.101.992 unit, turun 0,6 persen secara tahunan. Meski demikian, angka produksi tersebut tetap berada di atas empat juta unit selama tiga tahun berturut-turut.

Di pasar domestik, penjualan mobil menunjukkan tren pertumbuhan. Total penjualan kendaraan, termasuk mobil produksi lokal dan impor, mencapai 1.680.110 unit pada 2025 atau meningkat 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru