Kamis, 05 Februari 2026

Pakar ITB Soroti Patah CV Joint Lepas L8: Dinilai Gagal Quality Control


 Pakar ITB Soroti Patah CV Joint Lepas L8: Dinilai Gagal Quality Control Mobil Lepas L8 dipamerkan di ajang GJAW 2025. (ANTARA/Chairul Rohman)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Insiden patahnya komponen Constant Velocity Joint (CV Joint) pada mobil Lepas L8 saat uji coba menuai sorotan tajam dari pakar otomotif. Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai kejadian tersebut mengindikasikan kegagalan serius pada sistem quality control (QC) kendaraan.

Menurut Yannes, kerusakan pada komponen vital sistem penggerak tidak bisa dianggap sebagai insiden teknis biasa, melainkan sinyal adanya persoalan mendasar dalam proses produksi.

“Insiden ini mengekspos kegagalan fatal quality control dan standar metalurginya, bukan sekadar kecelakaan situasional,” ujar Yannes di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, patahnya CV Joint saat uji beban normal menunjukkan adanya pengabaian terhadap faktor keselamatan (safety factor) yang seharusnya menjadi standar wajib pada kendaraan produksi massal.

“Kerusakan akibat stres mekanis ekstrem ini menandakan ada kelemahan dalam perakitan. Padahal kendaraan untuk jalan umum harus dirancang dengan margin keselamatan yang tinggi,” katanya, seperti yang dikutip dari Antara.

Yannes menambahkan, kegagalan CV Joint berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan daya dorong secara mendadak. Kondisi tersebut bisa berujung fatal karena poros penggerak yang rusak dapat menghantam selang rem, sensor ABS, bahkan menyebabkan roda terkunci akibat serpihan logam.

"Jika terjadi di jalan raya, dampaknya bisa sangat serius. Kelemahan metalurgi pada komponen kaki-kaki adalah cacat fatal karena taruhannya keselamatan penumpang,” tegasnya.

Ia pun mendorong pabrikan Lepas untuk segera melakukan investigasi forensik menyeluruh guna mengungkap penyebab patahnya CV Joint, serta menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik.

“Langkah korektif harus disertai komunikasi yang jujur agar kepercayaan konsumen bisa dipulihkan,” ujar Yannes.

Sebelumnya, insiden patahnya CV Joint terjadi saat mobil Lepas L8 menjalani pengujian. Menanggapi hal itu, Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, menyebut kejadian tersebut terjadi pada satu unit kendaraan yang telah diuji dalam waktu lama dengan kondisi ekstrem.

“Ini uji bumpy test. Dalam kondisi normal, konsumen tidak mungkin mengemudi di kecepatan 80–100 km/jam secara terus-menerus di medan seperti itu,” kata Lalu Indra kepada media di Pusdiklantas Polri, Serpong, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai getaran ekstrem dalam uji tersebut wajar memicu kerusakan dan menegaskan bahwa kondisi pengujian berbeda dengan pemakaian harian oleh konsumen.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Otomotif Terbaru