Selasa, 27 Januari 2026

PM Malaysia Minta Dukungan Intelijen Indonesia Bantu Perdamaian di Myanmar


 PM Malaysia Minta Dukungan Intelijen Indonesia Bantu Perdamaian di Myanmar Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 27 Juni 2025. (Foto: Sekretariat Presiden RI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Upaya ASEAN dalam mencari jalan damai bagi Myanmar mendapat angin segar dari pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan empat mata yang berlangsung pada Jumat sore, PM Anwar secara terbuka meminta bantuan Indonesia untuk mengerahkan kekuatan intelijen dan diplomasi militer guna mempertemukan kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik bersenjata di Myanmar.

Permintaan ini menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan kerja PM Anwar ke Jakarta, sekaligus menunjukkan kepercayaan Malaysia terhadap peran aktif Indonesia di kawasan.

“Saya memohon kepada Presiden Prabowo agar memanfaatkan segala kapasitas militer dan intelijen Indonesia, bukan untuk aksi militer, melainkan untuk menjembatani komunikasi dan dialog di antara faksi-faksi yang bertikai di Myanmar,” ujar PM Anwar dalam konferensi pers bersama di Ruang Kredensial Istana Merdeka.

PM Anwar menilai Indonesia memiliki rekam jejak diplomasi yang kuat dalam meredakan konflik di kawasan, termasuk pengalaman panjang dalam menangani ketegangan politik domestik dan regional.

“Terima kasih atas kontribusi Indonesia dalam mendukung jalan damai bagi Myanmar,” tambahnya.

Pertemuan tersebut juga membahas ketegangan yang terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja. Kedua pemimpin menyampaikan keprihatinan dan menekankan pentingnya peran ASEAN dalam mendorong stabilitas kawasan.

“Saya yakin Indonesia dan Malaysia akan terus saling mendukung. Seperti halnya saat Indonesia memimpin ASEAN tahun lalu dan Malaysia memberikan dukungan penuh, kini Indonesia pun memberikan kerja sama luar biasa saat Malaysia memegang tampuk kepemimpinan,” kata Anwar.

Malaysia sendiri tengah menjabat sebagai Ketua ASEAN tahun 2025. Pada Mei lalu, negara jiran ini menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN dan turut menyelenggarakan KTT bersama negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) serta Tiongkok untuk pertama kalinya di Kuala Lumpur.

Menanggapi langsung permintaan PM Anwar, Presiden Prabowo memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, yang saat itu turut hadir dalam rangkaian kunjungan di Istana. Dalam perbincangan tiga pihak antara Presiden, PM Anwar, dan Kepala BIN, disampaikan bahwa Indonesia siap memberikan dukungan sebagaimana diminta.

Kepala BIN terlihat menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai arahan Presiden. Menteri Luar Negeri Sugiono turut mendampingi pertemuan itu dari jarak dekat.

Setelah menyelesaikan kunjungan kerjanya selama sekitar empat jam di Jakarta, PM Anwar melanjutkan perjalanan menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk kembali ke Malaysia dikutip dari Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru