Presiden Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas Islam Buka Puasa Bersama di Istana


 Presiden Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas Islam Buka Puasa Bersama di Istana Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR sekaligus Ketua MUI Bidang Penanggulangan B

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang para ketua umum organisasi masyarakat (ormas) Islam, pengasuh pondok pesantren, serta mubaligh untuk menghadiri acara silaturahmi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan tersebut digelar dalam suasana Ramadan dan dirangkai dengan agenda buka puasa bersama antara Presiden dengan para ulama dan tokoh agama.

Sejumlah tokoh terlihat mulai berdatangan ke kompleks Istana pada sore hari. Di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nusron Wahid, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana DPP MUI periode 2025–2030, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Anwar Iskandar.

Keduanya tiba sekitar pukul 15.50 WIB.

Ulama Berharap Ada Ruang Dialog dengan Presiden

Muhammad Anwar Iskandar mengatakan dirinya datang untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo dalam acara silaturahmi Ramadan sekaligus buka puasa bersama dengan para ulama lainnya.

“Buka puasa bersama,” kata Anwar singkat kepada awak media sebelum memasuki Istana.

Meski belum mengetahui secara detail agenda pembahasan di dalam pertemuan tersebut, Anwar berharap kesempatan itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara ulama dan pemerintah.

“Kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena mungkin perlu ada komunikasi yang lebih baik antara ulama dan umara,” ujarnya.

Selain membahas hubungan antara tokoh agama dan pemerintah, Anwar juga menyinggung situasi global, khususnya konflik yang masih terjadi di kawasan Timur Tengah.

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri agar konflik tidak semakin meluas dan berdampak pada stabilitas global.

Menurutnya, ketegangan geopolitik bisa berimbas pada kondisi ekonomi, termasuk di Indonesia.

“Saya tidak mau berandai-andai. Yang jelas kita ingin semua pihak menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia,” kata Anwar.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan para ulama, pimpinan ormas Islam, serta pengasuh pesantren ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama.

Momentum Ramadan juga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam membahas berbagai isu keumatan dan kebangsaan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru