Loading
Arsip - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan pejabat lama Ryamizard Ryacudu (kiri) usai acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Pertahanan. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap kedekatan yang terjalin antara Presiden Prabowo Subianto dan almarhum Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, hubungan tersebut sudah terbangun sejak keduanya masih menempuh pendidikan sebagai taruna di Akademi Militer dan lulus pada tahun yang sama, yakni 1974.
Usai melayat ke tempat persemayaman Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026), Fadli menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki kedekatan personal dengan almarhum yang telah terjalin selama puluhan tahun.
"Presiden juga menyampaikan respect begitu saja kepada almarhum karena juga mengenal secara pribadi sejak dulu, sejak di zaman pendidikan Taruna ya bersama-sama," kata Fadli Zon.
Baca juga:
Menhan Sebut KKB Adalah PemberontakMenurut Fadli, penghormatan terakhir yang diberikan Presiden Prabowo di hadapan jenazah Ryamizard menjadi simbol hubungan erat di antara keduanya. Sikap tersebut menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada sosok yang pernah berjuang dan mengabdi bersama dalam lingkungan militer.
"Itu menunjukkan kedekatan beliau dengan sosok almarhum Pak Ryamizard Ryacudu," ujarnya.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaFadli juga mengenang Ryamizard sebagai pemimpin yang tegas dan lugas dalam menyampaikan pandangan. Karakter itu dinilai menjadi salah satu alasan mengapa almarhum dihormati banyak kalangan selama menjalani kariernya.
"Beliau seorang yang straightforward gitu ya, orang yang selalu menyampaikan kadang-kadang apa adanya," kata dia.
Bagi Fadli, sikap tegas yang dimiliki Ryamizard mencerminkan integritas seorang pemimpin. Ia berharap berbagai kebijakan, pemikiran, serta teladan yang ditinggalkan almarhum dapat diteruskan oleh generasi penerus dan calon pemimpin bangsa di masa mendatang.
Kesan serupa juga disampaikan mantan Komandan Jenderal Kopassus, Agum Gumelar. Ia menilai Ryamizard sebagai perwira tinggi yang memiliki ketegasan dalam bersikap, namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam kepemimpinannya.
"Sosok perwira yang tegas, seorang perwira tinggi yang punya sikap tegas ya, kan. Sikap tegas tapi humanis. Walaupun kelihatan mukanya garang tapi humanis," kata Agum.
Selain dikenal tegas, Ryamizard juga diingat sebagai sosok yang dekat dengan para junior dan memiliki kepedulian tinggi terhadap anggota selama bertugas di lingkungan TNI.
Saat ditanya mengenai momen penugasan yang paling berkesan bersama Ryamizard, Agum mengaku memiliki banyak kenangan selama berdinas. Namun, ia tidak merinci pengalaman tertentu yang paling membekas.
"Banyak ya, semua berkesan," kata Agum.
Kepergian Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka bagi banyak pihak. Di mata rekan-rekan sejawatnya, ia dikenang bukan hanya sebagai prajurit dan pemimpin yang tegas, tetapi juga figur yang humanis, berintegritas, serta menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.