Selasa, 27 Januari 2026

Ini Pertanyaan Penting soal Keuangan sebelum Menikah


 Ini Pertanyaan Penting soal Keuangan sebelum Menikah Pertanyaan penting soal keuangan sebelum menikah. (Net)

ANDA telah menemukan belahan jiwa, namun sebelum mulai mengirim undangan, tentu Anda ingin mengetahui segala hal yang dapat Anda ketahui mengenai calon suami Anda. Bagaimana ia mengelola uang?

Bicara mengenai uang akan membuat Anda mengungkap titik-titik panas yang potensial dan mengembangkan pemahaman dan rasa hormat bagi masing-masing dari Anda berpikir mengenai keuangan. Berikut ada lima pertanyaan untuk langkah awal Anda.

Perlu diingat, pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sangat pribadi, jadi sentuhlah topik ini dengan ringan dan bersiap-siaplah untuk bertanya maupun menjawab dengan sebaiknya.

Bagaimana penampilan neraca keuangan Anda? Jika Anda berencana untuk menandatangani sebuah perjanjian pra-pernikahan, pengungkapan penuh mengenai aset-aset dan liabilitas-liabilitas oleh kedua belah pihak merupakan sebuah keharusan. Namun, bahkan jika Anda tidak menandatangani perjanjian pra-pernikahan, masing-masing dari Anda seharusnya menggambarkan sebuah neraca keuangan dan membaginya dengan calon pasangan Anda.

Sebuah neraca keuangan hanya merupakan sebuah gambaran kondisi keuangan anda yang menunjukkan apa yang akan anda miliki jika anda menjual seluruh aset Anda dan melunasi semua hutang Anda.

Sebuah neraca negatif mungkin merupakan sebuah tanda masalah, namun pertama-tama perhatikan baik-baik angka-angka tersebut. Apakah tunangan Anda baru saja menyelesaikan kuliah kedokteran dengan sebundel pinjaman mahasiswa, atau apakah pinjaman-pinjaman kendaraan atau hutang kartu kredit yang mendorong neraca tersebut ke angka merah? Itu membuat perbedaan-perbedaan.

Berapa rating kredit Anda? Yang lebih baik lagi dari mengajukan pertanyaan-pertanyaan adalah bertukar laporan kredit. Anda berdua dapat memesan sebuah salinan sejarah kredit Anda. Mengapa Anda harus peduli dengan rating kredit pasangan Anda? Hutangnya tertulis atas namanya, dan kecuali Anda mentransfer hutang tersebut ke sebuah rekening bersama, Anda tidak bertanggungjawab. Namun, Pembelian-pembelian bersama, seperti rumah, akan dipengaruhi oleh rating kreditnya.

Anda mungkin terperangkap dalam syarat-syarat yang kurang menguntungkan seperti bunga yang lebih tinggi atau surat gadai yang lebih kecil. Laporan kartu kredit juga akan memberi Anda suatu pandangan mengenai bagaimana pasangan Anda mengelola hutang.

Apakah Anda menginginkan anak-anak? Sudah tentu, ada banyak alasan untuk mendiskusikan mengenai memiliki anak-anak, namun dengan label biaya sebesar $200.000 per anak ditambah biaya-biaya perguruan tinggi, memiliki seorang anak juga merupakan sebuah keputusan keuangan.

rawan_pernikahan-2

Diskusi tersebut seharusnya tidak berhenti di sana. Apakah Anda berdua akan terus bekerja purna waktu? Jenis perawatan anak seperti apa yang akan Anda atur? Apa yang terjadi jika sang bayi sakit dan tidak dapat pergi ke baby sitter? Siapa yang memiliki jadwal lebih fleksibel atau bersedia menyesuaikan jam kerja dalam sebuah keadaan darurat?

Bagaimana uang dikelola ketika Anda tumbuh dewasa? Para perencana keuangan seringkali mengajukan pertanyaan ini sebagai sebuah cara untuk memperkirakan perilaku para klien terhadap uang. Jawaban-jawaban tersebut dapat membuka rahasia. Jika uang merupakan sebuah topik rahasia dalam keluarga pasangan Anda. Ia mungkin merasa tidak nyaman ketika mendiskusikan keuangan dengan Anda. Mungkin uang dan hadiah digunakan untuk menunjukkan kasih sayang dalam keluarga Anda sendiri dan Anda akan sangat terluka jika pasangan baru Anda tidak melanjutkan tradisi tersebut.

Jelas, tak satu pun di antara Anda berdua yang merupakan jiplakan dari yang lain, dan para orangtua yang menghabiskan uang dengan bebas kadang-kadang menghasilkan anak-anak yang hemat, namun sedikit pandangan mengenai latar belakang pasangan anda dapat membantu anda memahami perilaku-perilakunya saat ini.

Apa tujuan-tujuan keuangan Anda? Diskusi-diskusi mengenai impian-impian dan tujuan-tujuan mungkin akan memperpanjang usia pernikahan Anda, namun Anda perlu membicarakannya sebelum menikahi pasangan Anda. Merupakan hal penting. Mulailah dengan gambaran besar: Kapan pasangan Anda ingin mencapai kemandirian keuangan? Apa pandangannya mengenai karir sempurna? Apakah ia akan ingin membuka kegiatan-kegiatan barunya sendiri? Apakah menurutnya para orangtua harus membayar setiap pengeluaran pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka?

Kemudian lanjutkan ke tujuan-tujuan yang lebih berjangka pendek: membeli rumah, menabung untuk pengeluaran-pengeluaran besar seperti liburan-liburan dan kendaraan, mengembangkan sebuah anggaran dan menelusuri pengeluaran-pengeluaran. Akhirnya, selamat berdiskusi deh!

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Wedding Terbaru