Senin, 26 Januari 2026

Meta Hentikan Akses Fitur Karakter AI bagi Remaja Secara Global


  • Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:00
  • | Tekno
 Meta Hentikan Akses Fitur Karakter AI bagi Remaja Secara Global Meta Hentikan Akses Fitur Karakter AI bagi Remaja Secara Global. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Meta mengumumkan penghentian akses terhadap fitur karakter kecerdasan buatan atau AI characters di seluruh aplikasinya secara global bagi pengguna berusia remaja. Kebijakan ini berlaku sementara dan disebut sebagai langkah pencegahan sebelum Meta meluncurkan versi baru dengan perlindungan tambahan.

Mengutip laporan Tech Crunch pada Sabtu, Meta menegaskan bahwa perusahaan tidak menghentikan pengembangan karakter AI secara permanen. Meta justru tengah menyiapkan pengalaman AI yang diperbarui, dengan kontrol orang tua yang lebih ketat serta pembatasan interaksi sesuai usia pengguna.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan hukum terhadap Meta. Perusahaan teknologi raksasa itu dijadwalkan menghadapi persidangan di New Mexico, Amerika Serikat, terkait tuduhan gagal melindungi anak-anak dari risiko eksploitasi seksual di platform media sosialnya.

Dalam periode yang hampir bersamaan, laporan Wired seperti dikutip Antara, mengungkap bahwa Meta juga disebut berupaya membatasi proses pengumpulan bukti terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Langkah ini menambah sorotan terhadap komitmen Meta dalam menjaga keselamatan pengguna muda.

Sebelumnya, pada Oktober lalu, Meta sempat memperkenalkan pratinjau fitur kontrol orang tua untuk karakter AI. Fitur tersebut memungkinkan orang tua memantau topik percakapan anak, memblokir karakter tertentu, hingga menonaktifkan sepenuhnya interaksi dengan AI. Namun, alih-alih meluncurkannya secara bertahap, Meta kini memilih untuk menonaktifkan total akses karakter AI bagi remaja hingga versi terbaru benar-benar siap digunakan.

Meta menyebut kebijakan ini merupakan respons atas masukan dari para orang tua yang menginginkan kontrol lebih besar dan transparansi terhadap interaksi anak mereka dengan teknologi AI. Penghentian akses berlaku bagi akun yang terdaftar sebagai remaja berdasarkan tanggal lahir, termasuk akun yang mengaku dewasa tetapi terindikasi sebagai remaja melalui sistem prediksi usia milik Meta.

Dalam pembaruan di blog resminya, Meta menjelaskan bahwa karakter AI versi terbaru nantinya akan dilengkapi kontrol orang tua secara bawaan. Respons AI juga akan disesuaikan dengan usia pengguna dan dibatasi pada topik-topik tertentu, seperti pendidikan, olahraga, dan hobi.

Langkah Meta ini sejalan dengan meningkatnya pengawasan regulator terhadap perusahaan media sosial. Selain perkara di New Mexico, Meta juga dijadwalkan menghadapi persidangan lain terkait dugaan bahwa platformnya mendorong kecanduan media sosial. CEO Meta, Mark Zuckerberg, dilaporkan akan memberikan kesaksian dalam proses hukum tersebut.

Penyesuaian layanan bagi pengguna remaja juga dilakukan oleh perusahaan AI lain. Dalam beberapa bulan terakhir, Character.AI membatasi percakapan terbuka bagi pengguna di bawah 18 tahun, sementara OpenAI memperkenalkan aturan perlindungan baru untuk remaja, termasuk penggunaan teknologi prediksi usia guna membatasi akses ke konten tertentu.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru