Aliansi Ekonom Indonesia sebut terjadi penurunan kualitas hidup. (Foto ilustrasi RRI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Aliansi Ekonom Indonesia yang mewadahi 383 ekonom dan 283 pemerhati ekonomi menyerukan 7 desakan darurat ekonomi yang ditujukan pada pemerintah.
Dalam paparan yang diterima, disebutkan bahwa 7 desakan darurat ekonomi itu dikeluarkan karena individu yang tergabung dalam aliansi melihat penurunan kualitas hidup di berbagai lapisan masyarakat yang terjadi secara masif dan sistemik. Hal itu terjadi akibat akumulasi berbagai persoalan dan ketidak adilan sosial.
Di antaranya terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun kualitasnya dan jauh dari inklusif, sehingga manfaatnya tidak dirasakan masyarakat kebanyakan.
Baca juga:
Aliansi Ekonom Indonesia Suarakan Lagi 7 Desakan Darurat Ekonomi: Tanda Tangan Tembus 698 OrangTerjadi pula ketimpangan dalam berbagai dimensi, baik antarkelompok pendapatan, antarwilayah, latar belakang sosial dan demografi yang ditandai dengan mandeknya peningkatan kesejahteraan kelompok bawah, rentan, dan menengah, sementara kelompok atas tumbuh lebih pesat.
Disebutkan pula tentang penyusutan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat kebanyakan, termasuk kalangan muda yang menjadi aset bangsa.
Aliansi Ekonom Indonesia juga melihat pengambilan kebijakan yang tidak berdasarkan bukti dan minim teknokrasi, sehingga menyebabkan misalokasi sumberdaya termasuk lemahnya tata kelola kelembagaan, serta kurangnya empati dan keterbukaan atas masukan dan kritik.
Latar lainnya, ketidakhadiran negara dalam bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari risiko penghisapan sumber daya ekonomi, seperti maraknya pungutan liar, judi online yang merongrong kemampuan masyarakat, terutama yang masuk kategori rentan.
Disebutkan juga tentang tercederainya kontrak sosial negara dan masyarakat, termasuk tidak dipenuhinya kewajibab negara. Hal ini khususnya setelah tertutupnya kanal penyampaian aspirasi, persekusi yang didorong konflik kepentingan, gugurnya warga saat menuntut hak, dan diabaikannya keamanan sipil.
Berdasarkan hal tersebut, Aliansi Ekonom Indonesia menyampaikan 7 desakan darurat ekonomi yang terdiri dari:
1. Perbaiki secara menyeluruh misalokasi anggaran yang terjadi dan tempatkan anggaran pada kebijakan dan program secara wajar dan proporsional
2. Kembalikan independensi, transparansi, dan pastikan tidak ada intervensi berdasarkan kepentingan pihak tertentu pada berbagai institusi penyelenggara negara, serta kembalikan penyelenggara negara pada marwah dan fungsi seperti seharusnya.
3. Hentikan dominasi negara yang berisiko melemahkan aktivitas perekonomian lokal, termasuk penglibatan Danantara, BUMN, TNI, dan Polri sebagai penyelenggara yang dominan, sehingga membuat pasar tidak kompetitif dan dapat menyingkirkan lapangan kerja lokal, ekosistem UMKM, sektor swasta, serta model sosial masyarakat.
4. Deregulasi kebijakan, perizinan, lisensi, dan penyederhanaan birokrasi yang menghambat terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif.
5. Prioritaskan kebijakan yang menangani ketimpangan dalam berbagai dimensi
6. Kembalikan kebijakan berbasis bukti dan proses teknokratis dalam pengambilan kebijakan serta berantas program populis yang mengganggu kestabilan dan prudensi fiskal (seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hilirisasi, subsidi, kompensasi energi, dan Danantara)
7. Tingkatkan kualitas institusi, bangun kepercayaan publik, dan sehatkan tata kelola penyelenggara negara serta demokrasi, termasuk memberantas konflik kepentingan mau pun perburuan rente.