Kamis, 20 Agustus 2026

Laba CIMB Niaga Naik 1,7 Persen Jadi Rp6,7 Triliun hingga September 2025


 Laba CIMB Niaga Naik 1,7 Persen Jadi Rp6,7 Triliun hingga September 2025 Foto: Antaranews/Antara/Ahmad Rifandi

JAKARTA, ARAHKITA.COM - PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat pertumbuhan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar 1,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp6,7 triliun hingga September 2025. Hasil ini menghasilkan earnings per share (EPS) sebesar Rp209,57.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan pertumbuhan positif tersebut ditopang oleh peningkatan kredit serta rasio current account and savings account (CASA).

“CIMB Niaga mencatat pertumbuhan laba positif pada sembilan bulan pertama tahun 2025, didukung oleh pertumbuhan kredit dan CASA yang baik,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Total aset konsolidasi hingga akhir kuartal III 2025 mencapai Rp369,5 triliun, memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Jumlah kredit naik 4,6 persen yoy menjadi Rp228,7 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 5,7 persen. Kredit korporasi naik 5,4 persen, sedangkan kredit konsumer tumbuh 4,3 persen.

Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 8,6 persen yoy menjadi Rp278 triliun, sementara rasio CASA membaik menjadi 67,9 persen dengan nilai Rp188,8 triliun. Lani menambahkan, kinerja kuartalan menunjukkan peningkatan profitabilitas berkat pengelolaan biaya yang disiplin dan pendapatan yang berkelanjutan.

CIMB Niaga juga menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto 1,98 persen, serta permodalan yang kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,7 persen dan loan to deposit ratio (LDR) 81,1 persen.

Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga turut mencatatkan hasil positif dengan pembiayaan mencapai Rp58,2 triliun dan DPK sebesar Rp57,9 triliun per 30 September 2025. Dari sisi keberlanjutan, sekitar 24 persen dari total pembiayaan atau Rp54,7 triliun dialokasikan untuk mendukung transisi ekonomi rendah karbon dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB.

Pada September 2025, dilansir Antara, CIMB Niaga meluncurkan program Sustainability-Linked FX and Derivatives untuk membantu nasabah menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam bisnis mereka.

“Pencapaian ini mencerminkan fokus strategis kami untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek solusi keuangan,” ujar Lani Darmawan.

 

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru