Loading
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). (ANTARA/Fathur Rochman)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersiap membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, lembaga baru yang akan berfokus pada peningkatan kesehatan finansial masyarakat. Langkah ini disebut sebagai penyempurna peran Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) yang telah lebih dulu berjalan.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, yang hadir sebagai UNSGSA – Advokat Khusus Sekjen PBB Bidang Kesehatan Finansial di Istana Merdeka, Kamis (27/11/2025).
Airlangga menjelaskan, pembentukan dewan baru ini akan melibatkan banyak pemangku kepentingan dan mengusung target besar: memperluas akses literasi finansial serta menghadirkan sistem data keuangan yang lebih terbuka dan mudah diakses. Bukan hanya bagi industri perbankan, melainkan juga bagi nasabah dan masyarakat luas.
Baca juga:
Koalisi Ojol Apresiasi Prabowo, Potongan Aplikasi Resmi Maksimal 8 Persen Mulai 1 Juli 2026“Edukasi literasi keuangan harus berkesinambungan. Data keuangan terbuka perlu didorong, termasuk open data keuangan untuk konsumen,” ujar Airlangga dikutip Antara.
Selain literasi, pemerintah juga ingin memperkuat pemahaman publik mengenai digital ID, peningkatan pengetahuan finansial, hingga pendalaman sektor asuransi agar masyarakat makin cerdas mengelola keuangannya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Ratu Maxima atas konsistensinya mendorong inklusi dan kesehatan keuangan global, termasuk di Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa inklusi keuangan nasional telah mencapai 92,7%, sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 66,64% — lebih tinggi dibanding rata-rata negara anggota OECD. Pemerintah juga menyoroti pertumbuhan pemilik rekening bank di kelompok pelajar, dengan nilai simpanan yang telah mencapai Rp58 juta.
Ratu Maxima berada di Indonesia pada 24–27 November 2025 dalam agenda kunjungan kerja. Sebelumnya ia menyambangi pabrik garmen di Sragen dan Kampung Batik Laweyan, Solo, untuk membahas peningkatan kesehatan finansial dan akses layanan keuangan bagi masyarakat.