Jumat, 14 Agustus 2026

Tak Lagi Jual Mentah, Desa di NTT Didorong Olah Produk Unggulan


 Tak Lagi Jual Mentah, Desa di NTT Didorong Olah Produk Unggulan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran produk One Village One Product (OVOP) di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT

KUPANG, ARAHKITA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa setiap desa di NTT sejatinya memiliki potensi unggulan yang bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi. Namun potensi itu, menurutnya, harus diolah dan dikemas dengan baik agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Semua desa punya potensi unggulan. Jangan lagi dijual dalam bentuk mentah. Harus diolah dan dikemas supaya nilai tambahnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Melki saat berada di Kupang, Jumat (27/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Melki saat menghadiri kegiatan pemberdayaan ekonomi desa sekaligus peluncuran program One Village One Product (OVOP) di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Program ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Melki menilai, pola lama yang hanya mengandalkan proses tanam, panen, lalu jual sudah tidak cukup. Desa perlu naik kelas dengan mengembangkan proses produksi yang lebih panjang, mulai dari tanam, panen, olah, kemas, hingga pemasaran.

Pendekatan ini sejalan dengan praktik pengembangan ekonomi lokal yang banyak diterapkan di berbagai negara. Sejumlah laporan internasional tentang penguatan ekonomi berbasis komunitas yang menyoroti pentingnya nilai tambah dan identitas produk lokal agar mampu bertahan di pasar yang lebih luas.

Melalui program OVOP, setiap desa didorong memiliki satu produk khas yang benar-benar merepresentasikan potensi wilayahnya. Pemerintah Provinsi NTT pun memastikan adanya pendampingan dari perangkat daerah agar proses produksi berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata pada peningkatan pendapatan warga.

“Desa adalah fondasi ekonomi daerah. Kalau desa kuat, ekonomi NTT juga akan ikut kuat,” kata Melki dikutip Antara.

Saat ini, program OVOP menyasar sekitar 160 desa di berbagai kabupaten di NTT. Masing-masing desa mendapat pendampingan dari perangkat daerah provinsi sesuai dengan potensi yang dikembangkan.

Untuk Desa Bolok, misalnya, pendampingan dilakukan oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT dengan fokus pada budidaya ternak babi serta pengolahan daging se’i babi. Hasilnya, Desa Bolok meluncurkan produk unggulan berupa Se’i Babi Kikikaka yang dikemas dalam berbagai ukuran agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Produk ini dinilai berbeda dari penjualan se’i babi pada umumnya yang masih banyak dipasarkan secara konvensional. Melki pun berharap langkah serupa bisa diikuti desa-desa lain di NTT.

Menurutnya, transformasi dari sektor primer menuju pengolahan bernilai tambah merupakan kunci untuk memperkuat struktur ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru