Petugas membentangkan bendera Merah Putih disamping Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah memastikan pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia–China atau Whoosh telah rampung. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sudah mencapai kesepakatan terkait arah penyelesaian utang proyek tersebut. Namun, keputusan resmi mengenai langkah selanjutnya akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto atau pejabat pemerintah yang ditunjuk.
“Rapatnya sudah selesai dan sudah ada keputusan. Tapi nanti yang akan mengumumkan secara resmi adalah Presiden atau pemerintah,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca juga:
Prabowo Siapkan Keppres untuk Tuntaskan Utang Proyek Kereta Cepat KCIC, Luhut: Tak Pakai APBN!Meski belum merinci hasil keputusan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki gambaran jelas mengenai langkah ke depan untuk proyek strategis nasional tersebut.
Pengembangan Whoosh Masih Berjalan
Pernyataan Purbaya tersebut menanggapi penjelasan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai masa depan pengembangan kereta cepat.
Dalam konferensi pers terkait Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan persiapan mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, AHY menjelaskan bahwa pemerintah tetap menyiapkan rencana pengembangan jalur Whoosh hingga Jawa Timur.
Namun, proses pengembangan tersebut berjalan secara paralel dengan penyelesaian restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
AHY mengungkapkan dirinya telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia untuk membahas masa depan proyek kereta cepat tersebut, termasuk kemungkinan pengoperasian hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
Restrukturisasi Jadi Kunci
Menurut AHY, restrukturisasi keuangan KCIC menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pengembangan proyek Whoosh ke depan.
Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan peta jalan pengembangan jaringan kereta cepat di Pulau Jawa.
“Yang paling penting kita pastikan dulu KCJB selesai, artinya solusi finansialnya sudah jelas. Setelah itu baru kita melangkah ke pengembangan berikutnya,” kata AHY dikutip dari Antara.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki komitmen untuk mengembangkan Whoosh sebagai bagian dari transformasi transportasi nasional.
Dampak bagi Pembangunan Daerah
AHY menilai jika jaringan kereta cepat dapat diperluas hingga wilayah paling timur Pulau Jawa, dampaknya tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga pada pembangunan ekonomi daerah.
Kehadiran kereta cepat diyakini mampu membuka konektivitas baru, mendorong pertumbuhan kawasan, serta mempercepat distribusi aktivitas ekonomi di berbagai wilayah yang dilalui jalur tersebut.
Dengan selesainya pembahasan restrukturisasi utang, pemerintah kini berada pada tahap berikutnya untuk menentukan masa depan proyek kereta cepat tersebut—apakah akan dilanjutkan hingga Jawa Timur atau difokuskan pada optimalisasi jalur yang sudah beroperasi saat ini.
Keputusan resmi mengenai arah pengembangan Whoosh diharapkan segera diumumkan dalam waktu dekat.