Senin, 31 Agustus 2026

Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan


 Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani (kanan) saat ditemui wartawan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Indonesia justru menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investasi. Hal ini terlihat dari kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Jepang dan Korea Selatan yang berhasil mengantongi komitmen investasi jumbo senilai Rp574 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut angka tersebut sebagai sinyal kuat bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi.

Dari Jepang, komitmen investasi mencapai 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun. Sementara dari Korea Selatan, kesepakatan yang tercapai melalui berbagai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mencapai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun.

“Ini angka yang sangat signifikan. Di tengah situasi global yang tidak menentu, Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi investor,” ujar Airlangga.

Fokus Investasi: Energi, Industri, hingga AI

Kerja sama dengan Korea Selatan mencakup berbagai sektor masa depan yang strategis. Mulai dari energi hijau, pengembangan tenaga surya, hingga teknologi penangkapan karbon (CCS) dan energi terbarukan.

Tak hanya itu, sektor industri juga menjadi perhatian, termasuk pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.

Menariknya, kerja sama ini juga menyasar sektor ekonomi digital, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi kunci daya saing global.

Di sektor properti dan infrastruktur, pengembangan kawasan seperti Bumi Serpong Damai (BSD) juga masuk dalam radar kerja sama kedua negara.

Kolaborasi ini diperkuat dengan kemitraan antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry, terutama untuk memperkuat rantai pasok baterai dan industri berbasis teknologi.

Beberapa perusahaan besar seperti POSCO dan Lotte juga disebut siap memperluas investasi, termasuk peluang kerja sama dengan Danantara sebagai mitra strategis dikutip Antara.

Jepang Bidik Energi dan Hilirisasi

Sementara itu, kerja sama dengan Jepang tak kalah strategis. Fokusnya mencakup sektor energi, termasuk pengembangan minyak dan gas bumi, khususnya pada Proyek Masela.

Selain itu, Jepang juga mendorong penguatan industri dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.Di sektor keuangan, kolaborasi dilakukan melalui sinergi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian guna memperluas inklusi finansial.

Peran lembaga seperti JETRO dan Kadin Indonesia juga menjadi kunci dalam memperkuat kemitraan bisnis kedua negara.Tak ketinggalan, sektor industri kreatif dan manufaktur juga masuk dalam agenda kerja sama untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia Siap Jadi Mitra Co-Investment

Airlangga menambahkan, kehadiran sovereign wealth fund Indonesia membuka peluang baru, di mana Indonesia tidak hanya menjadi penerima investasi, tetapi juga bisa menjadi mitra co-investment.

Hal ini dinilai akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem investasi global.

Pemerintah Janjikan Iklim Investasi Lebih Kondusif

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki iklim investasi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi (debottlenecking).

Upaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi investor serta mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di dalam negeri.

“Nilai komitmen ini mencerminkan kepercayaan investor sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan,” pungkas Airlangga.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru