Loading
Ilustrasi - Kantor Pusat Manulife Indonesia di Jakarta. (ANTARA/HO-Manulife Indonesia)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang 2025. Perusahaan asuransi tersebut membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun atau melonjak 161,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan jasa asuransi serta hasil investasi yang terus menguat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Sepanjang 2025, pendapatan jasa asuransi Manulife Indonesia tercatat mencapai Rp3,97 triliun. Dari angka tersebut, perusahaan membukukan hasil jasa asuransi bersih sebesar Rp299,77 miliar.
Sementara itu, pendapatan investasi dan keuntungan investasi, termasuk Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), mencapai Rp5,09 triliun. Adapun hasil asuransi dan investasi bersih tercatat sebesar Rp1,28 triliun.
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati mengatakan capaian ini menjadi momentum penting karena bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia.
“Pada tahun 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin dan tingkat solvabilitas yang kuat,” ujar Lauren dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Menurut Lauren, pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis perusahaan sekaligus meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan dan perlindungan yang diberikan Manulife Indonesia.
Selain mencatat pertumbuhan laba, Manulife Indonesia juga membukukan total aset sebesar Rp66,17 triliun hingga akhir Desember 2025.
Perusahaan juga mempertahankan rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) sebesar 650 persen. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan minimum regulator yang berada di level 120 persen.
Di sisi lain, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia) yang merupakan anak usaha Manulife Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.
Manulife Syariah Indonesia membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp302,1 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp66,5 miliar.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan aset perusahaan menjadi Rp1,55 triliun.
Tak hanya itu, rasio solvabilitas perusahaan juga tercatat sangat kuat. Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud mencapai 797 persen, sedangkan Dana Perusahaan tercatat sebesar 5.433 persen atau jauh di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sepanjang 2025, Manulife Syariah Indonesia juga menyalurkan pembayaran klaim kepada peserta sebesar Rp83,9 miliar atau meningkat sekitar 99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan pembayaran klaim tersebut menunjukkan peran aktif perusahaan dalam memberikan perlindungan finansial berbasis prinsip syariah kepada masyarakat.
Selain itu, perusahaan mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp766 juta yang menandakan pengelolaan dana peserta tetap berada dalam kondisi sehat.
Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia, Fauzi Arfan mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah menunjukkan semakin tingginya kepercayaan publik terhadap sistem keuangan berbasis nilai.
Menurut Fauzi, sebagai bisnis syariah independen yang baru memasuki tahun pertama operasional, Manulife Syariah Indonesia telah menerima respons pasar yang positif.
“Berlandaskan prinsip Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak, kami berkomitmen untuk terus memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Fauzi.