Staf Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw (tengah) bersama Direktur Utama LKBN Antara Benny Butarbutar (kanan) di Balai Kota Nusantara, Jumat (10/7/2026). Troy dan Benny bersahabat sejak keduanya masih menjadi jurnalis. (ANTARA/ Novi Abdi)
IKN, ARAHKITA.COM – Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota Nusantara. Juru Bicara Otorita IKN yang juga menjabat sebagai Staf Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026).
Troy mengembuskan napas terakhir di kamar huniannya di Rumah Susun (Rusun) ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara. Berdasarkan keterangan pihak Otorita IKN, ia diduga meninggal karena penyebab alami.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menjelaskan bahwa Troy sempat dilarikan ke RS Hermina IKN setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Menurut Thomas, Troy tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.45 Wita dan langsung mendapat penanganan dari tim medis. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan Troy meninggal dunia pada pukul 14.25 Wita.
"Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," ujar Thomas, Sabtu malam.
Berawal dari Sulit Dihubungi
Peristiwa ini bermula ketika Troy dijadwalkan berangkat menuju Balikpapan pada pukul 08.00 Wita untuk memimpin ibadah di sebuah gereja. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia telah bangun dan beraktivitas seperti biasa sejak pukul 06.00 Wita.
Namun, menjelang waktu keberangkatan, sopir pribadinya berulang kali mencoba menghubungi Troy tanpa mendapat respons. Karena khawatir terjadi sesuatu, sopir kemudian mendatangi kamar Troy di Rusun ASN.
Pintu kamar sempat diketuk dan namanya dipanggil berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban. Setelah itu, pintu kamar yang terkunci terpaksa dibuka.
Saat pintu berhasil dibuka, Troy ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisi medisnya.
Tidak Ditemukan Tanda Mencurigakan
Thomas menegaskan, berdasarkan pemeriksaan fisik awal, tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada tubuh Troy.
Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi dan rutin mengonsumsi obat untuk menjaga kondisi kesehatannya.
Setelah seluruh proses administrasi serta penghormatan terakhir di RS Hermina IKN selesai dilakukan, jenazah Troy langsung diterbangkan ke Jakarta. Jenazah dijadwalkan tiba di rumah duka pada Minggu (26/7/2026).
Salah Satu Pionir Otorita IKN
Kepergian Troy Pantouw meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Otorita IKN. Ia dikenal sebagai salah satu pejabat generasi awal yang terlibat langsung dalam perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Pada masa awal pembangunan IKN, Troy bersama Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi dan Myrna Safitri mendapat tugas membantu kepemimpinan Bambang Susantono ketika percepatan pembangunan ibu kota baru dimulai pada 2021.
Saat itu, kawasan IKN masih didominasi Hutan Tanaman Industri (HTI) dan belum memiliki fasilitas perkantoran yang memadai. Troy bersama para staf lainnya berkantor di Balikpapan dan setiap hari menempuh perjalanan darat sekitar dua jam menuju kawasan pembangunan IKN.
Dedikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan ibu kota baru hingga akhirnya para pegawai dapat menempati Rusun ASN di Kota Nusantara.