Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian memberikan pemaparan dalam sebuah diskusi aset kripto di Jakarta. (ANTARA/HO-Indodax)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren positif dengan menyentuh level 65.500 dolar AS, tertinggi dalam sekitar lima pekan terakhir. Penguatan ini juga diikuti oleh sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar, termasuk Ethereum (ETH) yang diperdagangkan di kisaran 1.880 dolar AS.
Kenaikan tersebut dinilai mencerminkan membaiknya sentimen di pasar aset kripto. Optimisme investor didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari perkembangan regulasi di Amerika Serikat, meningkatnya minat investor institusi, hingga perhatian pasar terhadap agenda ekonomi global dalam beberapa pekan ke depan.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan dinamika pasar kripto saat ini semakin matang. Menurutnya, pembentukan harga aset digital tidak lagi hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh berbagai faktor fundamental.
"Pergerakan pasar kali ini menunjukkan semakin matangnya dinamika industri aset kripto, di mana pembentukan harga semakin dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental, mulai dari kebijakan ekonomi, perkembangan regulasi, hingga partisipasi investor institusi," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Ia menambahkan, penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga menyebar ke sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar. Hal itu menjadi indikasi bahwa sentimen positif mulai dirasakan lebih luas oleh pelaku pasar.
Meski demikian, Aloysia mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan berbagai faktor yang berpotensi memicu volatilitas pasar dalam beberapa waktu mendatang.
Regulasi AS Jadi Angin Segar
Salah satu faktor yang mendorong optimisme pasar adalah semakin jelasnya arah regulasi aset kripto di Amerika Serikat.
Menurut Aloysia, kepastian regulasi dari negara dengan pasar keuangan terbesar di dunia akan meningkatkan kepercayaan pelaku industri, memberikan kepastian hukum, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi investor institusi untuk masuk ke pasar aset digital.
Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan CLARITY Act kembali menunjukkan perkembangan positif setelah kerangka etika regulasinya memperoleh persetujuan. Perkembangan ini dipandang sebagai langkah penting menuju ekosistem aset digital yang lebih jelas, transparan, dan terstruktur.
Arus Dana ETF Bitcoin Masih Kuat
Selain faktor regulasi, minat investor institusi terhadap Bitcoin juga masih terjaga.
Berdasarkan data SoSoValue, Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat arus dana bersih (net inflow) sekitar 430 juta dolar AS selama dua hari perdagangan, yakni pada 20–21 Juli.
Walaupun bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga Bitcoin, besarnya arus dana tersebut menunjukkan bahwa permintaan investor terhadap eksposur Bitcoin masih cukup kuat.
Pasar Menanti Keputusan The Fed
Pelaku pasar kini juga menaruh perhatian pada sejumlah agenda ekonomi global yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan aset berisiko.
Di antaranya adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat seperti Alphabet, Tesla, dan Intel.
Kinerja emiten teknologi tersebut diperkirakan akan memengaruhi sentimen pasar karena dalam beberapa waktu terakhir pergerakan Bitcoin menunjukkan korelasi yang cukup erat dengan saham-saham sektor teknologi.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar aset kripto kini semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global dikutip Antara.
Tetap Utamakan Prinsip DYOR
Di tengah tren penguatan tersebut, Aloysia mengingatkan investor agar tidak hanya terpaku pada kenaikan harga jangka pendek.
Ia menekankan pentingnya memahami berbagai faktor yang memengaruhi pasar, mengenali profil risiko setiap aset, serta menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
"Investor perlu memahami bahwa pergerakan aset kripto dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Karena itu, penting untuk tetap mengedepankan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko masing-masing aset, serta berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang," katanya.
Sebagai regulated crypto exchange di Indonesia, Indodax menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ekosistem investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar mampu mengambil keputusan investasi secara lebih bijak.