Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko (kiri). ANTARA/HO-IFG.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan industri asuransi nasional melalui pendekatan berbasis riset. Langkah ini dipandang penting agar strategi peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia dapat berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, menjelaskan bahwa riset akademik bukan hanya menjadi referensi, tetapi juga dasar dalam menyusun strategi bisnis yang lebih konkret. Dengan riset, industri asuransi dapat memahami pola risiko, preferensi konsumen, serta ruang pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan publik.
“Di banyak negara maju, masyarakat membeli asuransi karena kesadaran akan proteksi risiko, bukan karena ditawarkan. Kami ingin mendorong paradigma serupa di Indonesia,” ujar Hexana dalam keterangannya pada Jumat (28/11/2025).
Peran Riset dalam Mendorong Maju Industri Asuransi
IFG menyebut setidaknya terdapat empat peran penting riset dalam memperkuat industri asuransi nasional:
Selain itu, riset juga menjadi kunci kesiapan industri menghadapi tantangan masa depan seperti akselerasi digital, pergeseran perilaku konsumen, perkembangan ekonomi regional, hingga implementasi prinsip ESG dalam tata kelola perusahaan.
IFG Research Dissemination 2025 dan Kolaborasi dengan Kampus
Salah satu langkah nyata IFG adalah penyelenggaraan IFG Research Dissemination 2025, forum yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan peneliti untuk berbagi kajian dan gagasan. Dari forum ini, hasil riset diharapkan dapat diimplementasikan langsung menjadi strategi bisnis dan inovasi produk asuransi yang lebih terarah.
IFG juga memperluas kemitraan riset dengan berbagai universitas di Indonesia. Hasil penelitian dari kolaborasi tersebut kini menjadi bahan dasar untuk memperkuat roadmap penetrasi produk asuransi di masyarakat dikutip Antara.