Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kiri) dan Menlu Vietnam Le Hoai Trung usai menandatangani nota kesepahaman terkait rencana aksi kemitraan strategis komprehensif bilateral setelah melakukan pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-6 Indonesia-Vietnam di Jakarta, Selasa (14/7/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hubungan ekonomi Indonesia dan Vietnam memasuki babak baru. Kedua negara sepakat mempercepat kerja sama di berbagai sektor dengan target nilai perdagangan bilateral mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp325,6 triliun pada 2028.
Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Vietnam ingin memperkuat posisi sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya berfokus pada perdagangan, kedua negara juga membuka peluang lebih luas di bidang investasi, ekonomi digital, teknologi, hingga kendaraan listrik.
Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) mengenai rencana aksi kemitraan strategis komprehensif yang ditandatangani Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung usai Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-6 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
"Terkait kerja sama ekonomi, kami menegaskan kembali komitmen mencapai target perdagangan bilateral 18 miliar dolar AS pada tahun 2028," ujar Menlu Sugiono dalam konferensi pers bersama.
Fokus pada Perdagangan dan Investasi
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia dan Vietnam sepakat meningkatkan perdagangan dan investasi dua arah sekaligus mengurangi berbagai hambatan perdagangan yang selama ini masih dihadapi pelaku usaha.
Kedua negara juga akan memperkuat hubungan antarkomunitas bisnis serta mempercepat implementasi berbagai kesepakatan bilateral agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara.
Kerja Sama Meluas ke Ekonomi Digital dan Kendaraan Listrik
Kemitraan Indonesia dan Vietnam tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan. Dalam rencana aksi tersebut, kedua negara juga memperluas kolaborasi di bidang pertanian, sains dan teknologi, penguatan rantai pasok teknologi, industri kendaraan listrik, hingga pengembangan ekonomi digital.
Di sisi lain, kerja sama juga mencakup implementasi kesepakatan mengenai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), penguatan pertahanan dan keamanan maritim, serta upaya bersama mencegah kejahatan lintas negara, terutama penyelundupan narkotika.
Vietnam Optimistis Target Bisa Terlampaui
Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung menyatakan optimistis target perdagangan senilai 18 miliar dolar AS justru dapat dicapai lebih cepat dari jadwal.
Menurutnya, tren perdagangan kedua negara terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.
"Saya bahkan mendengar kalau perdagangan kita di tahun ini saja sudah hampir mencapai 18 miliar dolar AS, sehingga besar sekali kemungkinan target yang ditetapkan untuk 2028 tersebut bisa kita lampaui," kata Trung dikutip Antara.
Selain itu, Vietnam dan Indonesia juga berkomitmen meningkatkan konektivitas sebagai pendukung utama pertumbuhan perdagangan dan investasi di masa depan.
Dengan semakin luasnya ruang kerja sama di berbagai sektor strategis, Indonesia dan Vietnam berharap hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya semakin kuat, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia usaha dan masyarakat di kedua negara.