JAKARTA, ARAHKITA.COM - Temanggung selama ini dikenal sebagai sentra penghasil tembakau di Indonesia. Bahkan jenis tembakau terbaik di dunia yang diberi nama Srintil juga muncul dari kawasan berhawa sejuk yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ini.
Perjalanan daun tembakau sampai ke tangan konsumen ternyata tidaklah sepele. Banyak proses dan lika-liku yang harus dijalanani oleh para petani. Butuh waktu cukup panjang dan keahlian serta pengalaman sendiri.
Andri Susanto petani tembakau dari Desa Tlilir Temanggung yang juga memiliki usaha Berkah Mbako, memberi gambaran tentang tahapan perjalanan tembakau. Berikutnya rinciannya:
- Di Temanggung, panen tembakau rata-rata terjadi di bulan Agustus. Waktunya beragam, tergantung ketinggian wilayah penanaman.
- Setelah panen, daun tembakau ditata, diikat atau digulung untuk diperam atau fermentasi selama kurang lebih antara 4 hingga 9 hari, tergantung kondisi daun dan minat petani untuk menjadikan daun tersebut tembakau jenis grade apa.
- Srintil adalah tembakau terbaik yang dibagi dalam beberapa grade. Andri Susanto menjelaskan, grade yang paling rendah adalah Grade E, di atasnya ada grade F, dan grade H. Grade srintil paling baik adalah grade I, namun sangat jarang dihasilkan. Jika petani berhasil mendapatkan srintil grade I, maka menurut Andri menjadi berkah yang luar biasa. Maklum, satu kilogram srintil grade I harganya antara Rp2 juta hingga Rp3 juta.
- Tembakau srintil berwarna hitam, begitu pula dengan srintil grade I. Bedanya, srintil grade I terlihat menggumpal dan hitam berkilau karena ada minyaknya.
- Tembakau Srintil hanya bisa dihasilkan di Desa Tlilir, Temanggung, tepatnya di kaki gunung Sumbing, di wilayah Lamsi yang menghadap arah timur.
- Tembakau di luar srintil juga memiliki tingkatan kualitas. Tiap tahun grade A dan Grade D selalu tersedia. Grade A merupakan kualitas tembakau paling rendah dengan warna hijau. Grade B hijau kekuningan, grade C kuning bersih, Grade D kuning kemerahan.
- Lama pemeraman dan suhu ruangan menjadi dua faktor penentu kualitas atau grade tembakau.Usai diperam, daun tembakau dirajang (diiris tipis), kemudian dijemur. Lama penjemuran tembakau biasa (grade A-D) sekitar 4 hari. Sedangkan untuk srintil anatara 7-10 hari.
- Setelah dijemur, tembakau diembunkan agar lebih lembab, sehingga bisa digulung, baru kemudian dipasarkan.