Aktivis Kpop4Planet Masuk NG33, Gerakan Fans K-pop Dorong Transisi Energi Bersih


 Aktivis Kpop4Planet Masuk NG33, Gerakan Fans K-pop Dorong Transisi Energi Bersih Aktivis Kpop4Planet, Nurul Sarifah, jadi WNI pertama masuk National Geographic 33 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Siapa bilang penggemar K-pop hanya soal musik dan fandom? Tahun ini, narasi itu berubah drastis.Dua aktivis dari gerakan lingkungan Kpop4Planet, Nurul Sarifah dan Hyekyeong Kim, resmi masuk dalam daftar National Geographic 33 (NG33) 2026—sebuah daftar prestisius yang menyoroti individu-individu berpengaruh dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Lebih istimewa lagi, Nurul menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang masuk daftar ini. Namanya berdiri sejajar dengan tokoh global seperti aktor legendaris Harrison Ford dan desainer berkelanjutan Stella McCartney—dua figur yang dikenal aktif mendorong agenda lingkungan dunia.

Dari Fandom ke Gerakan Ekonomi Hijau

Nurul dan Kim masuk kategori “Visioner” berkat inisiatif mereka mendirikan Kpop4Planet, sebuah platform digital yang mengubah energi fandom menjadi kekuatan aksi iklim global.

Sejak diluncurkan pada 2021, gerakan ini telah melibatkan lebih dari 85.000 partisipan dari 80+ negara. Bukan sekadar kampanye, Kpop4Planet menjadi contoh nyata bagaimana komunitas digital bisa berkontribusi pada ekonomi hijau dan transisi energi bersih.

Kim, yang kini menjabat sebagai Direktur Kpop4Planet, menegaskan bahwa kekuatan penggemar tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

“Solidaritas kreatif penggemar menunjukkan betapa mendesaknya krisis iklim saat ini. Kami akan terus menjadi wadah untuk menggerakkan energi ini,” ujarnya.

Ketika Fans Mengubah Arah Industri

Salah satu kampanye paling berpengaruh dari Kpop4Planet adalah “Hyundai, Drop Coal”.

Gerakan ini berhasil menekan Hyundai Motor untuk membatalkan kesepakatan pembelian aluminium yang terkait dengan energi batu bara di Indonesia—sebuah langkah penting dalam mengurangi jejak karbon industri otomotif.

Tak berhenti di situ, kampanye “K-pop Carbon Hunters” juga mendorong konsep konser K-pop berbasis energi terbarukan—mengubah industri hiburan menjadi lebih ramah lingkungan.

Nurul menegaskan bahwa kekuatan fans kini telah berevolusi.

“Penggemar K-pop telah membuktikan bahwa mereka bisa menekan perusahaan besar untuk berhenti menggunakan batu bara. Ini tentang masa depan kami,” katanya.

Dari Konsumen ke Agen Perubahan

Dalam perspektif green economy, gerakan ini menunjukkan pergeseran penting:fans bukan lagi sekadar konsumen, tetapi stakeholder aktif yang memengaruhi keputusan bisnis.

Saat ini, Kpop4Planet tengah menyoroti pendanaan energi kotor oleh salah satu bank besar Korea Selatan, Hana Bank. Melalui kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”, mereka mendesak penghentian pembiayaan proyek nikel berbasis PLTU batu bara di Indonesia.

Data dari Market Forces menunjukkan bahwa pada 2023, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan hingga US$84 juta ke Grup Harita, yang mengembangkan pembangkit listrik batu bara di Pulau Obi.

Bersama 12 komunitas fans K-pop Indonesia dengan total 280.000 pengikut, tekanan publik pun terus diperkuat.

“Jika Hana Bank ingin mempertahankan bisnisnya, mereka harus mendengar suara kami dan menghentikan pendanaan batu bara,” tegas Nurul.

Pengakuan Global atas Gerakan Akar Rumput

Masuknya Nurul dan Kim ke dalam NG33 bukanlah pengakuan pertama. Sebelumnya, Kpop4Planet telah mendapat sorotan global, termasuk:

  • BBC 100 Women (2023)
  • 100 Climate Leaders versi The Independent (2024)

Kini, mereka bergabung dengan berbagai tokoh dunia lintas sektor—ilmuwan, seniman, hingga atlet—yang mendorong perubahan global.

Masa Depan: Ketika Pop Culture Bertemu Sustainability

Fenomena Kpop4Planet menandai babak baru dalam ekonomi hijau:

  • kolaborasi antara budaya populer, teknologi digital, dan aktivisme lingkungan.

Di era ini, perubahan tidak hanya datang dari pemerintah atau korporasi, tetapi juga dari komunitas—bahkan dari fandom yang selama ini dianggap “ringan”.

Dan dari Indonesia, suara itu kini terdengar lebih lantang di panggung dunia.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Green Economy Insight Terbaru