Selasa, 27 Januari 2026

Pasutri Bawa Bayi Sambil Merokok di Palmerah Viral, Polisi Ungkap Fakta Laporan


 Pasutri Bawa Bayi Sambil Merokok di Palmerah Viral, Polisi Ungkap Fakta Laporan Tangkapan layar - Pasangan suami-istri (pasutri) viral di media sosial lantaran berkendara di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, sambil merokok dan membawa bayi. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Video pasangan suami istri (pasutri) yang berkendara sambil merokok dan membawa bayi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Peristiwa tersebut diketahui melibatkan keributan dengan pemotor lain yang menegur tindakan mereka.

Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora mengungkapkan bahwa kasus ini sebenarnya telah dilaporkan ke pihak kepolisian jauh sebelum video tersebut ramai dibagikan di media sosial.

“Saya cek, korban sudah membuat laporan polisi pada 16 Januari 2026 malam. Video itu baru viral kemarin,” kata Gomos saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1/2026) seperti dikutip dari Antara

Video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar memperlihatkan pasutri tersebut terlibat adu mulut dengan seorang pemotor lain. Awalnya, perekam video menegur pengendara motor yang merokok di jalan karena abu rokok dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

“Di motor enggak boleh ngerokok, bro. Abunya kena orang,” ucap perekam dalam video yang viral pada Senin (26/1/2026).

Teguran itu tidak diindahkan. Pasutri tersebut tetap melaju sambil merokok, bahkan diketahui tidak mengenakan helm dan mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor belakang.

Situasi memanas ketika perekam menyiram rokok pelaku dengan air di sekitar kawasan Pasar Palmerah. Aksi tersebut membuat pelaku menghentikan kendaraannya dan terlibat adu fisik.

Pelaku turun dari motor dan langsung memukul serta menendang perekam sambil melontarkan ancaman. Ia juga mengaku sebagai warga setempat dan menjadikan bayi yang dibawanya sebagai alasan pembenaran.

“Saya bawa bayi. Saya anak sini,” teriak pelaku dalam video tersebut.

Keributan sempat dilerai oleh warga sekitar. Namun, perdebatan antara pelaku dan perekam masih berlanjut hingga akhirnya situasi mereda. 

"Anak mana sih lu. Lu polisi? Gue tanya," ujar pelaku.

Perekam tetap bersikeras bahwa merokok saat berkendara melanggar aturan dan berencana menempuh jalur hukum.

“Enggak boleh merokok di jalan, ada aturannya. Saya visum,” ujar perekam.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami laporan yang telah masuk guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru