Trump Enggan Sebut 'Elon Musk Sudah Kehilangan Akal Sehat'. (CNBC Indonesia)
WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Keretakan hubungan orang paling berkuasa di Amerika dan orang terkaya di dunia meningkat menjadi perseteruan besar-besaran yang dapat memiliki konsekuensi politik dan ekonomi yang besar.
Donald Trump menuduh Elon Musk 'kehilangan akal sehatnya' dan mengatakan tidak terlalu tertarik berdamai dengan Musk yang dilaporkan ingin berbicara dengan presiden.
Dalam serangkaian panggilan telepon ke media AS pada Jumat pagi, Trump membalas Musk, setelah maestro teknologi dan pemodal Republik itu meluncurkan serangan media sosial yang luar biasa terhadap presiden sehari sebelumnya, dilansir The Guardian, Musk mengatakan bahwa Trump disebut dalam apa yang disebut "berkas Epstein" atau dokumen yang terkait dengan pelaku kejahatan seks anak yang dihukum, yakni Jeffrey Epstein.
Trump menggunakan platform sosial Truth miliknya pada hari Jumat dan mengunggah pernyataan yang dikaitkan dengan pengacara pembela pidana Epstein, David Schoen, yang dengan keras membantah tuduhan Musk.
Pertikaian itu dimulai setelah Musk mengkritik Undang-Undang Pajak dan proposal anggaran Trump, yang dinilainya akan menambah utang nasional sebesar US$ 2,4 triliun dan merugikan jutaan warga. Trump mengaku kecewa dan menyebut bahwa Musk menyebarkan kekhawatiran soal resesi akibat kebijakan dagangnya.
Baca juga:
Downing Street Kecam Komentar JD Vance soal Pembunuhan Henry Nowak, Dinilai Picu PerpecahanBanyak yang memperkirakan bahwa hubungan antara Musk dan Trump, dua pria yang dikenal karena ego mereka yang besar dan perilaku yang tidak terduga, tidak akan bertahan lama, tetapi tingkat kebencian yang sangat tinggi mengejutkan warga Amerika dan tampaknya akan membuat rekonsiliasi menjadi tidak mungkin.
Meski sempat muncul ajakan berdamai dari investor Bill Ackman, Trump mengatakan dirinya “tidak terlalu tertarik” untuk berdamai dengan Musk. Gedung Putih juga menegaskan bahwa tidak ada rencana pembicaraan antara keduanya.
Menariknya, pada hari yang sama, Trump menyampaikan sejumlah klaim soal kondisi pasar tenaga kerja AS, sementara Musk justru diam di media sosial. Saham Tesla pun naik 6% setelah sempat turun tajam. Di sisi lain, Trump dikabarkan akan menjual mobil listrik Tesla Model S miliknya.