Ketegangan Thailand-Kamboja Memanas Meski Ada Seruan Gencatan Senjata dari Trump


 Ketegangan Thailand-Kamboja Memanas Meski Ada Seruan Gencatan Senjata dari Trump Peluru artileri yang ditembakkan Kamboja ke Thailand jatuh di Laos. (Antaranews)

THAILAND, ARAHKITA.COM – Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja terus berlanjut hingga hari keempat, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengimbau kedua negara untuk menyepakati gencatan senjata. Pertukaran tembakan artileri masih terdengar di sepanjang perbatasan yang dipersengketakan, khususnya di kawasan sekitar Provinsi Preah Vihear (Kamboja) dan Ubon Ratchathani (Thailand).

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menuding militer Thailand telah melanggar wilayah negaranya dengan melakukan serangan artileri dan roket. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh Khmer Times. Sementara itu, pihak militer Thailand melalui juru bicaranya, Richa Suksuvanon, menyatakan bahwa pasukan Kamboja lebih dulu melepaskan tembakan ke beberapa titik infrastruktur penting, sebagaimana diberitakan oleh Thai PBS.

Menurut Suksuvanon, Thailand bersedia menghentikan serangan jika Kamboja membuka ruang dialog. Namun, hingga Minggu (27/7/2025), pertempuran belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.

Korban Tewas Capai Puluhan, Ribuan Dievakuasi

Meski tidak ada laporan korban baru pada Minggu, total korban jiwa akibat konflik ini telah mencapai 33 orang. Dari pihak Thailand, 20 orang dilaporkan tewas, termasuk enam anggota militer. Sementara Kamboja mencatat 13 korban jiwa, lima di antaranya adalah tentara.

Konflik yang kembali memanas ini bermula pada 28 Mei 2025, setelah seorang tentara Kamboja tewas dalam insiden perbatasan. Sejak saat itu, ketegangan meningkat tajam, memaksa ribuan warga dari kedua sisi untuk mengungsi demi keselamatan.

Seruan Trump untuk Gencatan Senjata

Presiden AS Donald Trump, pada Sabtu (26/7), menghubungi perdana menteri kedua negara untuk mendorong dimulainya proses negosiasi damai. Menurut pernyataannya, baik pemerintah Thailand maupun Kamboja telah menyatakan kesediaan untuk melakukan gencatan senjata. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kontak senjata masih terus berlangsung.

Sengketa Lama yang Belum Usai

Thailand dan Kamboja telah lama berselisih mengenai batas wilayah di sekitar Kuil Preah Vihear, sebuah situs warisan dunia yang menjadi simbol sengketa perbatasan antara kedua negara. Meskipun Mahkamah Internasional pernah memutuskan bahwa kuil tersebut berada di wilayah Kamboja, ketegangan atas klaim-klaim wilayah di sekitarnya terus memicu konflik dikutip Antara.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru