Kamis, 22 Januari 2026

Basel Adra, Sutradara Palestina Peraih Oscar, Sebut Rumahnya di Tepi Barat Diserbu Tentara Israel


 Basel Adra, Sutradara Palestina Peraih Oscar, Sebut Rumahnya di Tepi Barat Diserbu Tentara Israel Basel Adra and Yuval Abraham Saat memenangi Oscar. (CNA/AP/John Locher)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sutradara Palestina pemenang Oscar, Basel Adra, mengungkapkan bahwa rumahnya di Tepi Barat digerebek tentara Israel pada Sabtu (13/9). Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara warga Palestina dan pemukim Israel di wilayah Masafer Yatta.

Basel Adra, yang dikenal sebagai salah satu sutradara film dokumenter No Other Land, mengatakan bahwa sembilan tentara Israel masuk ke rumahnya saat ia sedang berada di rumah sakit untuk menemani dua saudara dan sepupunya yang terluka akibat serangan pemukim Israel di desanya.

"Istri saya, Suha, sedang di rumah bersama putri kami yang masih berusia 9 bulan ketika tentara datang dan menanyakan keberadaan saya. Mereka juga memeriksa telepon Suha dan menahan salah satu paman saya," kata Adra kepada kantor berita Associated Press (AP) seperti dilansir CNA.

Hingga Sabtu malam, Adra mengatakan belum bisa pulang ke rumah karena jalan desa diblokir militer, dan ia khawatir akan ditangkap jika kembali.

Adra telah mengabdikan kariernya sebagai jurnalis dan pembuat film untuk mendokumentasikan kekerasan pemukim dan tindakan militer Israel di Masafer Yatta, wilayah asalnya di Tepi Barat selatan yang telah lama menjadi target pengusiran.

Menurutnya, peristiwa Sabtu itu menunjukkan bagaimana sistem militer di wilayah pendudukan digunakan untuk mengintimidasi warga Palestina.

"Bahkan jika Anda hanya merekam tindakan para pemukim, tentara akan datang, mengejar Anda, dan menggeledah rumah Anda," ujarnya.

"Seluruh sistem ini dibangun untuk menakuti kita."

Yuval Abraham, jurnalis Israel dan rekan sutradaranya di No Other Land, mengatakan bahwa dinamika penyerangan oleh pemukim disusul tindakan represif dari tentara terhadap warga Palestina bukan hal baru.

“Kita sudah melihat pola ini berkali-kali: pemukim menyerang desa Palestina secara brutal, lalu tentara masuk dan justru menyerang warga Palestina,” kata Abraham.

No Other Land, yang digarap bersama oleh Adra, Abraham, Rachel Szor, dan Hamdan Ballal, menceritakan perjuangan warga Masafer Yatta melawan upaya penghancuran desa mereka oleh militer Israel. Film ini meraih Oscar untuk kategori dokumenter terbaik, dan sebelumnya telah memenangkan penghargaan di Festival Film Berlin 2024.

Namun, film ini juga menuai kontroversi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Pemerintah kota Miami Beach, Florida, sempat mengusulkan pembatalan sewa terhadap bioskop yang menayangkan dokumenter tersebut.

Masafer Yatta ditetapkan sebagai zona latihan militer oleh Israel pada 1980-an. Sekitar 1.000 warga Palestina masih bertahan di wilayah itu, meski menghadapi ancaman pengusiran, penghancuran rumah, dan perampasan lahan secara berkala.

Ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat sejak meletusnya perang di Gaza, dengan ratusan warga Palestina tewas dalam operasi militer Israel dan meningkatnya serangan pemukim. Di sisi lain, serangan dari pihak Palestina terhadap warga Israel juga meningkat.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru