Kamis, 22 Januari 2026

Enam Keluarga Gugat TikTok Usai Anak Mereka Tewas Diduga Ikut Tantangan Viral Blackout Challenge


 Enam Keluarga Gugat TikTok Usai Anak Mereka Tewas Diduga Ikut Tantangan Viral Blackout Challenge Enam Keluarga Gugat TikTok Usai Anak Mereka Tewas Diduga Ikut Tantangan Viral Blackout Challenge

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Enam keluarga dari Amerika Serikat dan Inggris mengajukan gugatan terhadap TikTok setelah anak-anak mereka meninggal dunia saat diduga mencoba tantangan berbahaya yang viral di platform tersebut. Gugatan ini menuding TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, telah mengekspos anak-anak pada konten yang mendorong perilaku berisiko hingga berujung kematian.

Kasus ini melibatkan satu keluarga dari Delaware, Amerika Serikat, serta lima keluarga dari Inggris. Anak-anak yang menjadi korban berusia antara 11 hingga 17 tahun. Para keluarga tersebut menyatakan anak-anak mereka mengikuti tren yang dikenal sebagai Blackout Challenge, sebuah tantangan yang mendorong peserta untuk mencekik diri sendiri hingga kehilangan kesadaran.

Michelle Ortiz, ibu dari Jaedon Bovell asal Delaware, mengatakan putranya meninggal dunia pada 2020 setelah mencoba tantangan tersebut. Korban lain yang tercantum dalam gugatan dilaporkan meninggal setahun kemudian. Ortiz menyebut gugatan ini bukan semata soal keadilan, melainkan upaya mencegah tragedi serupa menimpa keluarga lain.

Dalam wawancara dengan media lokal, dilansir The Independent, Ortiz memperingatkan bahwa algoritma TikTok dapat menampilkan konten yang terlalu berbahaya bagi anak-anak. Ia menilai remaja kerap mengambil keputusan tanpa memahami risiko jangka panjang, sementara platform media sosial terus menyodorkan konten yang sulit dihindari.

Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Tinggi Negara Bagian Delaware. Dalam dokumen gugatan, TikTok dituduh menyebabkan kematian yang tidak wajar dengan merekomendasikan konten berbahaya kepada pengguna anak-anak melalui halaman “For You”.

Pengacara keluarga korban, Matthew Bergman, menilai tantangan berisiko seperti Blackout Challenge terlalu mudah menjangkau anak-anak. Ia menyebut sistem rekomendasi TikTok membanjiri pengguna muda dengan konten berbahaya yang tidak mereka cari, tetapi terus muncul di layar mereka.

Bergman juga mendukung upaya pengesahan Undang-Undang Jools, rancangan undang-undang yang dinamai dari Julian “Jools” Sweeney, salah satu korban dugaan tantangan tersebut. Aturan ini akan mewajibkan perusahaan media sosial menyimpan data daring anak dalam waktu lima hari setelah kematian, agar dapat diakses oleh keluarga untuk keperluan hukum.

Ellen Roome, ibu Jools, mengatakan dirinya ingin mengetahui konten apa saja yang dikonsumsi putranya sebelum meninggal. Menurutnya, perusahaan media sosial harus bertanggung jawab jika terbukti menampilkan materi berbahaya kepada anak-anak.

TikTok membantah tuduhan tersebut dan menyatakan data pengguna kemungkinan telah dihapus sesuai undang-undang privasi di Inggris dan Amerika Serikat. Perusahaan itu juga menegaskan secara tegas melarang konten yang mempromosikan atau mendorong perilaku berbahaya.

Dalam pernyataannya, TikTok mengklaim telah menghapus 99 persen konten berbahaya yang melanggar kebijakan mereka sebelum dilaporkan oleh pengguna. Perusahaan juga menyebut memiliki sistem deteksi dan tim moderasi yang bekerja secara proaktif.

Kasus ini masih berada pada tahap awal. Pengadilan dijadwalkan mendengarkan mosi penolakan gugatan perdata tersebut. TikTok berargumen bahwa undang-undang kebebasan berekspresi dan Undang-Undang Kepatutan Komunikasi membebaskan perusahaan internet dari tanggung jawab atas konten pihak ketiga.

TikTok juga mempertanyakan yurisdiksi pengadilan Delaware atas kasus-kasus yang melibatkan warga negara Inggris. Namun pihak penggugat menegaskan bahwa bukan kali pertama warga asing mencari keadilan melalui sistem hukum Amerika Serikat.

Sejumlah keluarga korban lainnya mengungkap kisah serupa. Louise Gibson, ibu dari Noah yang meninggal pada usia 11 tahun pada Desember 2021, mengatakan ia awalnya tidak pernah menduga media sosial berperan dalam kematian putranya. Noah ditemukan tidak sadarkan diri di kamar tidurnya, dan upaya penyelamatan tidak berhasil.

Selain Noah, korban lain yang diduga meninggal akibat tantangan yang sama termasuk Archie Battersbee, Isaac Kenevan, dan Maia Walsh. Keluarga mereka juga tercatat sebagai penggugat dalam kasus ini.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru