Kamis, 22 Januari 2026

Serangan Darat Israel di Kota Gaza: Warga Dipaksa Mengungsi di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan


 Serangan Darat Israel di Kota Gaza: Warga Dipaksa Mengungsi di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan Warga Palestina mengungsi dari Kota Gaza pada 16 September setelah serangan darat oleh Pasukan Pertahanan Israel. (Foto: Habboub Ramez/Abaca/Shutterstock/The Guardian)

KOTA GAZA, ARAHKITA.COM – Serangan darat Israel di Kota Gaza semakin memperburuk penderitaan warga sipil. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan lebih dari 150 serangan udara dan artileri sejak Selasa pagi, menghancurkan blok-blok apartemen, rumah sakit, hingga kamp pengungsian yang padat penduduk.

Dua divisi militer Israel kini bergerak menuju pusat kota, dan diperkirakan akan bergabung dengan divisi ketiga dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, jalan-jalan utama dipenuhi warga yang berusaha melarikan diri, meski tidak semua berhasil menerima peringatan evakuasi akibat rusaknya jaringan komunikasi.

Rumah Sakit Anak Jadi Sasaran

Rumah Sakit Anak Al-Rantisi turut terkena dampak pada Selasa malam. Dari 80 pasien, hanya separuh yang bisa menyelamatkan diri. Sisanya, termasuk empat anak di ruang perawatan intensif dan delapan bayi prematur, masih terjebak di dalam. Serangan itu menambah daftar korban tewas, dengan 16 orang meninggal dunia pada malam yang sama. Menurut data rumah sakit setempat, total korban jiwa warga Palestina selama dua tahun perang telah mencapai sekitar 65.000 orang.

Eksodus Paksa dan Krisis PengungsianMiliter Israel mengklaim sudah ada rute evakuasi baru menuju selatan Jalur Gaza untuk mendorong perpindahan warga. Namun, banyak penduduk tidak mampu meninggalkan rumah mereka karena kondisi fisik yang lemah, kelaparan, hingga keterbatasan biaya transportasi.

PBB memperkirakan sekitar 238.000 orang telah mengungsi dalam sebulan terakhir, sementara Israel menyebut jumlahnya mencapai 350.000 orang. Meski begitu, sebagian warga menilai wilayah selatan sama berbahayanya dengan Kota Gaza, karena zona kemanusiaan di al-Mawasi pun kerap menjadi target serangan.

Tuduhan Genosida dan Kepentingan Politik

Komisi HAM PBB baru-baru ini merilis laporan yang menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza. Beberapa pengamat Israel bahkan meragukan efektivitas operasi militer ini dalam menghancurkan Hamas. Mereka menduga tujuan sebenarnya lebih bersifat politis: menjaga kondisi perang agar pemerintahan Benjamin Netanyahu terhindar dari risiko pemilu dini, sekaligus membuat Kota Gaza tidak lagi layak huni.

Di tengah tragedi ini, warga sipil tetap menjadi korban utama—terjebak antara serangan udara, darat, dan masa depan yang kian tidak pasti.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru