Qilin Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Siber ke Asahi Group Jepang


 Qilin Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Siber ke Asahi Group Jepang Qilin Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Siber ke Asahi Group Jepang. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kelompok ransomware Qilin mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber yang menarget Asahi Group Holdings, produsen bir dan minuman asal Jepang, yang sempat menghentikan produksi bir secara nasional.

Peretasan tersebut pertama kali diumumkan oleh Asahi pada 29 September 2025. Anak perusahaan mereka, Asahi Breweries, mengonfirmasi bahwa produksi baru kembali berjalan di enam pabrik bir pada 2 Oktober.

Dalam unggahan pada situs webnya hari Selasa, Qilin menyatakan telah mencuri lebih dari 9.300 dokumen internal milik Asahi Group atau setara dengan sekitar 27 gigabita data.

Kelompok itu, dilansir CNA dari Reuters, juga membagikan 29 gambar yang diklaim sebagai dokumen perusahaan. 

Asahi Group menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai klaim Qilin maupun soal kemungkinan tuntutan pemerasan, dengan alasan kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Kami belum bisa berkomentar pada tahap ini,” ujar juru bicara perusahaan melalui surel pada Selasa malam.

Qilin dikenal sebagai operator ransomware-as-a-service, di mana kelompok ini menyediakan perangkat lunak peretasan kepada pihak ketiga dan mengambil bagian dari hasil pemerasan. Sejak muncul pada 2022, Qilin telah dikaitkan dengan lebih dari 870 serangan siber terhadap perusahaan global.

Salah satu serangan terbesarnya terjadi pada Juni 2024 terhadap penyedia layanan medis Inggris, Synnovis, yang menurut pejabat setempat berkontribusi pada kematian seorang pasien rumah sakit di London pada pertengahan 2025.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru