9.300 Balita Gaza Alami Malnutrisi Akut: UNICEF Ingatkan Risiko Nyawa Meningkat Saat Musim Dingin


 9.300 Balita Gaza Alami Malnutrisi Akut: UNICEF Ingatkan Risiko Nyawa Meningkat Saat Musim Dingin Sejumlah anak Palestina yang menjadi korban serangan Israel di kamp pengungsian Bureij menerima perawatan di RS al-Awda, Palestina, Rabu (29/10/2025). ANTARA FOTO/Anadolu via Reuters Connect/Moiz Salhi/bar

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Situasi kemanusiaan di Gaza kembali menjadi sorotan. UNICEF melaporkan bahwa sekitar 9.300 anak berusia di bawah lima tahun tengah menderita malnutrisi akut. Angka ini mencerminkan betapa berat kondisi yang masih berlangsung di wilayah yang sudah lebih dari dua tahun dilanda perang.

Dalam pernyataannya, UNICEF menyebut bahwa kasus malnutrisi pada anak kian mengkhawatirkan, terlebih memasuki musim dingin. Cuaca dingin memicu penyebaran penyakit dan memperbesar risiko kematian pada kelompok rentan yang tidak memiliki akses makanan bergizi maupun layanan kesehatan memadai.

UNICEF juga menyoroti buruknya distribusi bantuan. Banyak pasokan musim dingin belum dapat menembus perbatasan Gaza secara optimal. Padahal ribuan keluarga kini tinggal di tempat penampungan sementara, tanpa selimut, pakaian hangat, serta tidak terlindungi dari cuaca. Hujan deras bahkan membuat sampah dan limbah terbawa banjir hingga ke pemukiman warga.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, menyatakan bahwa meskipun sebagian distribusi bantuan telah berjalan, kondisi anak-anak Gaza masih sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka tidak memiliki akses sanitasi, air bersih, atau tempat berlindung yang layak. Ia mendesak agar seluruh penyeberangan menuju Gaza dibuka dengan prosedur izin yang lebih cepat dan jelas, serta bantuan kemanusiaan diprioritaskan melalui berbagai jalur, baik dari Mesir, Israel, Yordania, maupun Tepi Barat dilansir Antara.

Tekanan kemanusiaan ini terjadi meski telah ada kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober. Badai musim dingin yang muncul baru-baru ini merusak sekitar 22.000 tenda, menyebabkan lebih dari 288.000 keluarga kehilangan perlindungan dari cuaca. Pemerintah lokal memperkirakan Gaza membutuhkan 300.000 tenda dan unit hunian prefabrikasi untuk memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal bagi warga Palestina.

Sejak pecahnya konflik Oktober 2023, data otoritas setempat menyebut hampir 70.000 warga Gaza meninggal dunia, mayoritas perempuan dan anak-anak. Lebih dari 170.000 orang juga dilaporkan terluka, sementara sebagian besar infrastruktur sipil hancur dalam perang berkepanjangan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru