Selasa, 27 Januari 2026

Trump Tarik Garda Nasional dari Chicago, Los Angeles, dan Portland


 Trump Tarik Garda Nasional dari Chicago, Los Angeles, dan Portland Arsip foto Presiden AS Donald Trump (ANTARAAnadolupri)

WASHINGTON, ARAHKITA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penarikan pasukan Garda Nasional dari tiga kota besar, yakni Chicago, Los Angeles, dan Portland. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu (31/12/2025) melalui akun media sosial miliknya, Truth Social.

Trump menyebut keputusan tersebut diambil meskipun kehadiran Garda Nasional dinilainya berhasil menekan angka kejahatan di wilayah-wilayah tersebut. Menurutnya, ketiga kota itu berada dalam kondisi genting sebelum pemerintah federal turun tangan secara langsung.

“Kami menarik Garda Nasional dari Chicago, Los Angeles, dan Portland, terlepas dari fakta bahwa tingkat kejahatan telah turun drastis berkat kehadiran para patriot hebat ini,” tulis Trump. Ia bahkan menyebut, tanpa intervensi pemerintah federal, ketiga kota itu “sudah hancur.”

Meski begitu, Trump memberi sinyal bahwa penarikan ini bukan langkah permanen. Ia menegaskan pemerintahannya siap kembali mengerahkan kekuatan federal jika situasi keamanan kembali memburuk. “Kami akan kembali, mungkin dalam bentuk yang jauh berbeda dan lebih kuat, ketika kejahatan melonjak lagi,” lanjutnya.

Dalam pernyataan yang sama, Trump juga melontarkan kritik keras kepada para wali kota dan gubernur dari Partai Demokrat yang memimpin wilayah tersebut. Ia menilai kepemimpinan mereka tidak kompeten dalam menangani persoalan keamanan dan ketertiban umum.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat memblokir rencana Trump untuk mengerahkan Garda Nasional ke Chicago. Rencana tersebut sebelumnya dimaksudkan untuk melindungi para agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) dalam menjalankan tugas penegakan hukum imigrasi.

Trump beralasan, pengerahan Garda Nasional diperlukan di kota-kota yang dikuasai Partai Demokrat karena meningkatnya tingkat kriminalitas. Namun, Partai Demokrat menilai kebijakan itu sarat kepentingan politik dan berpotensi melampaui kewenangan pemerintah federal.

Langkah penarikan ini pun diperkirakan akan kembali memanaskan ketegangan antara Gedung Putih dan pemerintah daerah, sekaligus memicu perdebatan nasional soal batas kewenangan federal dalam isu keamanan dan penegakan hukum di tingkat lokal.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru