Kamis, 22 Januari 2026

Siaga Satu di Minnesota: Pasukan Elit ‘Pencair Es‘ Pentagon Mulai Bergerak


 Siaga Satu di Minnesota: Pasukan Elit ‘Pencair Es‘ Pentagon Mulai Bergerak Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Minnesota, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py.

​MINNEAPOLIS, ARAHKITA.COM – Atmosfer di Minnesota mendadak mencekam. Pentagon dikabarkan tengah menyiapkan sekitar 1.500 personel dari Divisi Lintas Udara ke-11 untuk diterjunkan ke "Tanah 10.000 Danau" tersebut. Langkah ekstrem ini diambil sebagai antisipasi jika gelombang protes menentang operasi imigrasi berubah menjadi kerusuhan yang tak terkendali.​

Laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa pasukan yang disiagakan bukanlah prajurit sembarangan. Mereka adalah dua batalion infanteri yang berbasis di Alaska, sebuah unit elit yang punya spesialisasi bertempur di cuaca dingin ekstrem—sangat cocok dengan iklim Minnesota saat ini.​

Pemicu: Operasi Imigrasi Terbesar dalam Sejarah

Ketegangan ini bermula ketika Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, mengumumkan peluncuran operasi penegakan imigrasi terbesar yang pernah ada di Minnesota. Tak tanggung-tanggung, sekitar 2.000 agen dikerahkan ke lapangan.

​Kondisi semakin memanas setelah jatuhnya korban jiwa. Seorang warga dilaporkan tewas akibat penembakan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Insiden tragis di Minneapolis ini menyulut api amarah warga, memicu demonstrasi besar-besaran yang kini mengepung berbagai sudut kota.​

Ancaman 'Insurrection Act' dari Gedung Putih

Presiden Donald Trump sendiri tidak main-main. Pada 15 Januari lalu, ia memberikan sinyal kuat untuk menggunakan kewenangan Insurrection Act (Undang-Undang Pemberontakan) tahun 1807. UU kuno ini memberikan kuasa penuh bagi Presiden AS untuk mengerahkan militer aktif demi meredam gejolak sipil di dalam negeri.​

Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa persiapan Pentagon ini adalah prosedur standar. Artinya, militer harus selalu siap kapan pun sang Presiden mengetuk palu keputusan. Meski begitu, para pejabat pertahanan menekankan bahwa pengerahan pasukan darat adalah opsi terakhir jika situasi benar-benar memburuk dilansir Antara.

​Minnesota di Persimpangan Jalan

Minnesota, yang biasanya dikenal dengan keindahan alam dan kehidupan urban yang aktif di Saint Paul serta Minneapolis, kini menjadi titik pusat perhatian dunia. Wilayah yang menjadi rumah bagi 11 bangsa pribumi Amerika yang berdaulat ini sedang diuji oleh tarik-ulur kebijakan imigrasi federal dan tuntutan keadilan masyarakat lokal.

​Hingga saat ini, belum ada keputusan final mengenai pengerahan militer secara resmi. Namun, kehadiran bayang-bayang pasukan elit Alaska di cakrawala Minnesota menjadi sinyal bahwa pemerintah federal siap mengambil langkah drastis demi menegakkan stabilitas di wilayah Midwest tersebut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru