Senin, 26 Januari 2026

Isu Greenland Memanas, Menlu Sugiono Tegaskan RI Tetap Non-Blok


 Isu Greenland Memanas, Menlu Sugiono Tegaskan RI Tetap Non-Blok Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangan di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026), seputar agenda yang telah dilalui Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan kenegaraan di Swiss. (ANTARA/Aria Cindyara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan Indonesia tetap konsisten memegang prinsip non-blok atau non-align di tengah dinamika geopolitik global yang makin rumit. Sikap ini juga berlaku saat merespons isu Amerika Serikat yang disebut ingin mengakuisisi Greenland dari Denmark.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam sesi wawancara di Bad Ragaz, Swiss, ketika ia ditanya mengenai posisi Indonesia atas ketegangan politik yang sedang berkembang terkait Greenland.

Menurut Sugiono, Indonesia memahami bahwa situasi global saat ini sangat bergerak cepat dan sulit diprediksi. Namun di tengah perubahan tersebut, Indonesia tetap memiliki pegangan yang jelas: menjaga kepentingan nasional tanpa terseret arus persaingan kekuatan besar.

“Intinya, kita ada dalam posisi non-align. Kita sadar, dunia sekarang sangat dinamis situasinya, namun kita juga harus ingat ada kepentingan nasional yang harus kita jaga,” ujar Sugiono.

Ia menambahkan, Indonesia sejak lama mengedepankan dua hal utama dalam politik luar negeri: perdamaian dan stabilitas global. Menurutnya, keduanya bukan sekadar slogan diplomatik, melainkan syarat dasar agar dunia bisa mencapai kemakmuran.

Sugiono juga mengaitkan hal tersebut dengan penekanan Presiden RI, bahwa tanpa perdamaian dan stabilitas, kehidupan masyarakat global akan terus berada dalam ketidakpastian—baik dalam sektor ekonomi, keamanan, maupun kemanusiaan.

“Tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan di mana dunia ini makmur, di mana masyarakatnya makmur,” katanya dikutip Antara.

Karena itu, Indonesia akan terus mendorong terciptanya stabilitas internasional melalui jalur diplomasi serta kerja sama dengan berbagai pihak.

“Saya kira itu yang menjadi posisi kita,” tutup Sugiono.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru