Senin, 26 Januari 2026

Macron Ungkap Fokus Pertemuan dengan Prabowo di Paris, Isu Global Jadi Sorotan


 Macron Ungkap Fokus Pertemuan dengan Prabowo di Paris, Isu Global Jadi Sorotan Macron Ungkap Fokus Pertemuan dengan Prabowo di Paris, Isu Global Jadi Sorotan. (Antaranews/HO-Dokumentasi resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan fokus pembahasannya saat bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam jamuan makan malam di Istana Élysée, Paris, Prancis, Jumat malam waktu setempat. Pertemuan tersebut menyoroti penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Prancis serta keselarasan pandangan kedua negara dalam sejumlah isu global dan internasional.

Jamuan makan malam itu berlangsung setelah Presiden Prabowo melanjutkan lawatan luar negerinya ke Paris pada Jumat siang, usai menyampaikan pidato khusus di Annual Meeting World Economic Forum di Davos, Swiss, sehari sebelumnya. Undangan makan malam dari Presiden Macron menandai kelanjutan komunikasi intensif antara kedua pemimpin.

Presiden Prabowo bukan kali pertama menghadiri jamuan resmi di Istana Élysée. Sebelumnya, ia juga dijamu oleh Presiden Macron pada 2025, serta pada Juli 2024 saat masih berstatus sebagai presiden terpilih. Rangkaian pertemuan tersebut mencerminkan kedekatan diplomatik antara Jakarta dan Paris.

"Senang menyambut hari ini di Paris Presiden Indonesia, Prabowo Subianto," kata Presiden Macron dalam siaran resminya yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Macron menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, sekaligus menyelaraskan pandangan mengenai isu-isu global dan internasional yang menjadi perhatian Prancis, termasuk dalam kapasitasnya di forum G7.

Meski demikian, Macron tidak merinci lebih jauh bentuk keselarasan pandangan yang dimaksud, terutama terkait dinamika geopolitik terkini di Timur Tengah. Salah satu isu yang mencuat adalah pembentukan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump.

Indonesia secara resmi telah bergabung sebagai anggota Dewan Perdamaian tersebut dan menjadi salah satu negara penandatangan piagam pembentukannya. Penandatanganan itu dilakukan di sela-sela rangkaian kegiatan World Economic Forum di Davos, Kamis lalu, yang juga dihadiri Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Presiden Macron secara terbuka menyatakan bahwa Prancis menolak undangan Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Pemerintah Prancis menilai mekanisme tersebut berada di luar kerangka pemulihan Gaza yang selama ini disepakati bersama oleh komunitas internasional.

Prancis, dilansir Antara, menegaskan masih menaruh kepercayaan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai lembaga utama dalam menjaga perdamaian dan mendukung proses pemulihan di Gaza, Palestina. Pemerintah Prancis juga menyebut Dewan Perdamaian besutan Presiden Trump menyimpan sejumlah pertanyaan serius, terutama terkait posisi dan peran PBB, prinsip-prinsip multilateral yang telah disepakati, serta struktur kelembagaan PBB dalam masa gencatan senjata dan pascaperang.

Pertemuan antara Macron dan Prabowo di Paris pun mencerminkan dinamika diplomasi yang hangat, namun tetap diwarnai perbedaan sikap dalam merespons isu-isu global strategis, khususnya terkait konflik Gaza dan arsitektur perdamaian internasional.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru