Iran Konfirmasi Kematian Ali Larijani, Trump Kecam NATO yang Tak Mau Amankan Selat Hormuz


 Iran Konfirmasi Kematian Ali Larijani, Trump Kecam NATO yang Tak Mau Amankan Selat Hormuz Iran Konfirmasi Kematian Ali Larijani. (Wikipedia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketegangan dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengonfirmasi kematian pejabat keamanan seniornya, Ali Larijani. Kabar tersebut muncul di tengah eskalasi perang yang juga melibatkan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Larijani tewas pada Selasa. Ia menjadi salah satu tokoh paling senior yang gugur sejak konflik pecah, menyusul meningkatnya serangan militer antara Iran dan Israel.

Sebelumnya, dilansir The Independent, pemerintah Iran sempat membantah laporan kematian tersebut. Bahkan, sebuah surat tulisan tangan yang diklaim berasal dari Larijani sempat beredar setelah pihak Israel menyatakan bahwa ia telah tewas dalam serangan militer.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap NATO. Ia menilai aliansi militer tersebut tidak memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam upaya mengamankan jalur strategis Selat Hormuz.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sebenarnya tidak membutuhkan bantuan NATO. Pernyataan itu disampaikan setelah aliansi tersebut menolak terlibat langsung dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran yang ditutup Iran.

Penutupan Selat Hormuz sendiri telah berlangsung sejak Iran merespons serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada bulan sebelumnya. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga penutupannya berdampak luas terhadap pasar energi global.

Di tengah situasi tersebut, dinamika internal pemerintahan Amerika Serikat juga ikut memanas. Kepala National Counterterrorism Center, Joe Kent, dilaporkan mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perang dengan Iran.

Dalam surat pengunduran dirinya, Kent menyatakan bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat. Ia juga menyinggung bahwa keputusan untuk memulai konflik dipengaruhi tekanan dari Israel serta kelompok lobi di dalam negeri.

Perkembangan ini menambah kompleksitas konflik Iran-AS yang terus meluas, tidak hanya di medan militer tetapi juga dalam hubungan diplomatik dengan sekutu-sekutu Barat.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru