Sabtu, 22 Agustus 2026

China Terkejut Israel Beri Izin Militer Targetkan Pejabat Iran tanpa Persetujuan


 China Terkejut Israel Beri Izin Militer Targetkan Pejabat Iran tanpa Persetujuan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. Antaranews

BEIJING, ARAHKITA.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah China secara terbuka menyatakan keterkejutannya terhadap kebijakan terbaru Israel yang memberikan kewenangan luas kepada militernya untuk menargetkan pejabat tinggi Iran.

Pernyataan ini muncul setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkap bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini dapat melakukan operasi terhadap pejabat Iran tanpa perlu meminta persetujuan tambahan dari pimpinan negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa Beijing memandang kebijakan tersebut sebagai langkah yang mengkhawatirkan.

“China terkejut oleh pernyataan tersebut,” ujar Lin Jian dalam konferensi pers, Kamis (19/3/2026).

Lebih lanjut, China menegaskan sikapnya yang konsisten menolak penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional. Menurut Beijing, tindakan yang menargetkan pejabat negara lain, apalagi jika berdampak pada warga sipil, merupakan langkah yang tidak dapat dibenarkan.

Dalam pernyataannya, China juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi semakin meluas jika tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menahan diri dan menghentikan permusuhan.

Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi yang semakin serius. Israel sebelumnya mengklaim telah melakukan operasi di Teheran yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Ali Larijani—Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran—dan Gholamreza Soleimani, komandan pasukan Basij.

Pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut dan menyebut keduanya sebagai syahid dikutip dari Antara.

Tidak hanya itu, pada awal Maret lalu, Israel juga telah mengeluarkan pernyataan keras bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin baru Iran akan masuk dalam daftar target militer mereka.

Pernyataan tersebut semakin mempertegas potensi konflik terbuka antara kedua negara, sekaligus memicu kekhawatiran global akan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Di tengah situasi yang semakin panas, sikap China menjadi sinyal penting dari komunitas internasional yang mendorong de-eskalasi dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru