Minggu, 11 Oktober 2026

Serangan ke Natanz, IAEA Ingatkan Ancaman Kecelakaan Nuklir


 Serangan ke Natanz, IAEA Ingatkan Ancaman Kecelakaan Nuklir Kepala IAEA pada Sabtu (21/3/2026) menekankan perlunya tindakan menahan diri secara militer guna menghindari risiko kecelakaan nuklir usai serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran. ANTARA/Xinhua.

WINA, ARAHKITA.COM — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan seruan tegas kepada semua pihak untuk menahan diri secara militer, menyusul serangan terbaru yang menyasar fasilitas nuklir Iran.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menegaskan bahwa eskalasi konflik di sekitar instalasi nuklir berpotensi memicu risiko besar, termasuk kemungkinan terjadinya kecelakaan nuklir yang berdampak luas.

IAEA mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Iran terkait serangan yang terjadi di fasilitas nuklir Natanz pada Sabtu (21/3/2026) pagi waktu setempat. Hingga saat ini, badan tersebut masih melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di lapangan.

Kabar yang sedikit menenangkan, IAEA menyatakan belum menemukan adanya peningkatan tingkat radiasi di luar lokasi fasilitas. Artinya, untuk sementara, dampak langsung terhadap masyarakat sekitar masih terkendali.

Namun demikian, kekhawatiran global tetap tinggi.

Menurut laporan Organisasi Energi Atom Iran, serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS), dengan target utama kompleks pengayaan uranium Natanz—salah satu fasilitas strategis dalam program nuklir Iran.

Pihak Iran memastikan bahwa tidak ada kebocoran radioaktif dan warga di sekitar lokasi tidak berada dalam bahaya langsung. Meski begitu, mereka menilai situasi saat ini sangat serius dan berpotensi memburuk.

Ini bukan pertama kalinya fasilitas nuklir Iran menjadi sasaran. Sejak akhir Februari lalu, serangan terhadap sejumlah titik strategis terus terjadi. Bahkan sebelumnya, pada Selasa (17/3/2026), area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di pesisir Teluk Persia juga dilaporkan terkena serangan dikutip Antara.

Otoritas Iran menyebut rangkaian insiden ini sebagai eskalasi berbahaya, setelah sebelumnya fasilitas di Natanz dan Isfahan juga menjadi target. Mereka pun mendesak IAEA untuk bersikap lebih tegas, termasuk mengutuk serangan tersebut.

Di tengah situasi yang semakin genting, seruan IAEA menjadi pengingat penting: konflik di sekitar fasilitas nuklir bukan sekadar urusan geopolitik, tetapi juga menyangkut keselamatan global.

Jika eskalasi terus berlanjut, risiko bencana nuklir bukan lagi sekadar kemungkinan—melainkan ancaman nyata yang harus dihindari bersama.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru