Senin, 03 Agustus 2026

Lima Negara Resmi Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2027–2028, Kirgizstan Cetak Sejarah


 Lima Negara Resmi Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2027–2028, Kirgizstan Cetak Sejarah Foto ini menunjukkan sesi Majelis Umum untuk memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Xinhua/HO-UN PHOTOS/Eskinder Debebe/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memilih lima negara sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk masa jabatan 2027–2028. Kelima negara tersebut adalah Austria, Kirgizstan, Portugal, Trinidad dan Tobago, serta Zimbabwe.

Mereka akan mulai menjalankan tugas pada 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2028, menggantikan Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia yang masa keanggotaannya berakhir pada penghujung 2026.

Sorotan utama dalam pemilihan tahun ini tertuju pada Kirgizstan. Negara di kawasan Asia Tengah tersebut berhasil mencatat sejarah dengan memenangkan kursi anggota tidak tetap DK PBB untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan organisasi internasional itu.

Persaingan Ketat Perebutan Kursi

Dalam proses pemilihan yang berlangsung di Majelis Umum PBB, setiap kandidat diwajibkan memperoleh dukungan sedikitnya dua pertiga dari negara anggota yang hadir dan memberikan suara.

Apabila seluruh 193 negara anggota PBB mengikuti pemungutan suara, maka setidaknya diperlukan 129 suara untuk mengamankan satu kursi di Dewan Keamanan. Suara abstain tidak dihitung sebagai suara yang diberikan.

Tahun ini terdapat tujuh kandidat yang bersaing memperebutkan lima kursi yang tersedia. Austria, Portugal, Trinidad dan Tobago, serta Zimbabwe berhasil lolos pada putaran pertama pemungutan suara dilansir Antara.

Sementara itu, perebutan kursi terakhir berlangsung lebih sengit. Setelah tiga putaran pemungutan suara tambahan, Kirgizstan akhirnya unggul atas Filipina dan memastikan tempatnya di Dewan Keamanan PBB.

Peran Strategis Dewan Keamanan PBB

Dewan Keamanan merupakan salah satu organ paling berpengaruh di dalam struktur PBB. Lembaga ini memiliki tanggung jawab utama menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

DK PBB terdiri atas 15 anggota, yaitu lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap. Lima anggota tetap yang memiliki hak veto adalah Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, kursi anggota tidak tetap dibagi berdasarkan representasi kawasan geografis dunia. Setiap tahun, lima dari sepuluh kursi tersebut berganti melalui mekanisme pemilihan yang dilakukan oleh Majelis Umum PBB.

Lima negara yang baru terpilih tahun ini mewakili kawasan Afrika, Asia-Pasifik, Amerika Latin dan Karibia, serta Eropa Barat dan kelompok negara lainnya. Adapun kelompok Eropa Timur tidak mengikuti pemilihan kali ini karena kursi kawasan tersebut saat ini ditempati Latvia hingga 2027.

Sebagai badan yang memiliki kewenangan besar, Dewan Keamanan dapat mengeluarkan keputusan yang mengikat secara hukum bagi negara-negara anggota PBB. Selain itu, dewan ini juga berwenang menjatuhkan sanksi internasional hingga memberikan mandat penggunaan kekuatan militer dalam situasi tertentu demi menjaga stabilitas dan keamanan global.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru