Selasa, 11 Agustus 2026

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman


 Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman Sebuah kendaraan roda empat ringsek tertimpa tembok bangunan yang roboh setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Kolombia, menewaskan setidaknya 18 orang dan menyebabkan kerusakan di Pereira, Kolombia, Senin (10/8/2026). ANTARA/Anadolu Agency/Alexis Munera/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Di tengah situasi darurat dan laporan kerusakan di sejumlah wilayah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam kondisi aman.

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota telah berkomunikasi dengan para WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak.

“Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

KBRI Bogota Terus Pantau Kondisi WNI

Meski seluruh WNI dilaporkan aman, situasi di Kolombia masih terus dipantau. KBRI Bogota akan melanjutkan komunikasi dengan WNI, khususnya mereka yang berada di wilayah terdampak gempa.

Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun kondisi darurat lainnya.

KBRI mengimbau para WNI agar tidak panik dan tetap mengikuti arahan dari otoritas setempat. WNI juga diminta memantau informasi melalui sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota.

Dalam keadaan darurat, WNI di Kolombia dapat menghubungi hotline KBRI Bogota di nomor +57 301 9061706.

Gempa Terasa di Sejumlah Kota

Gempa berkekuatan M 7,4 tersebut mengguncang wilayah barat Kolombia dan dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah.

Getaran dilaporkan terasa hingga beberapa kota besar, antara lain Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.

Pemerintah Kolombia kemudian mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional. Pos Komando Terpadu juga dibentuk untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana sekaligus melakukan penilaian kebutuhan di wilayah yang terdampak.

Besarnya dampak gempa membuat proses penanganan darurat menjadi perhatian utama pemerintah, terutama di daerah yang mengalami kerusakan pada bangunan dan fasilitas publik.

Sedikitnya 111 Orang Meninggal Dunia

Sementara itu, laporan terbaru menyebut sedikitnya 111 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan gempa menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan dan infrastruktur.

Data yang disampaikan pemerintah Kolombia menunjukkan sebanyak 1.575 rumah mengalami kerusakan, dengan 37 rumah di antaranya dilaporkan hancur total.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada 61 bangunan, 18 pusat layanan kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat kegiatan masyarakat, serta 18 ruas jalan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat mobilisasi sumber daya dan koordinasi antarlembaga dalam menangani situasi darurat.

Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Kemlu RI menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi perhatian utama selama proses pemantauan situasi di Kolombia dikutip Antara.

Meskipun saat ini seluruh WNI yang terpantau berada dalam kondisi aman, KBRI Bogota tetap meminta mereka untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi kemungkinan gempa susulan.

WNI juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti petunjuk resmi dari pemerintah Kolombia maupun KBRI Bogota.

Dengan komunikasi yang terus dilakukan, Kemlu RI memastikan perkembangan kondisi WNI akan terus dipantau seiring proses penanganan bencana di Kolombia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru