Senin, 12 Oktober 2026

Trump Kembali Bikin Heboh, Kini Ingin Namai Samudra dengan Namanya


 Trump Kembali Bikin Heboh, Kini Ingin Namai Samudra dengan Namanya Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat, pada 2 Oktober 2026. ANTARA/Kyle Mazza - Anadolu Agency /pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan gagasan kontroversial terkait penamaan wilayah perairan. Kali ini, ia mempertimbangkan untuk mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi “Samudra Trump” atau “Samudra Amerika”.

Gagasan tersebut disampaikan Trump saat berbicara di hadapan para pendukungnya dalam sebuah acara di Tennessee, Minggu (11/10/2026). Ia mengaitkan ide itu dengan langkah pemerintahannya yang sebelumnya mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

“Kita bisa mengganti namanya menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Kita harus melakukan ini sebelum saya selesai menjabat,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media internasional.

Pernyataan itu kembali menarik perhatian karena menyangkut nama geografis yang telah digunakan secara luas dan dikenal masyarakat dunia selama berabad-abad.

Dari Danau Ontario hingga Usulan Nama Samudra

Keinginan Trump mengubah nama samudra bukanlah pernyataan yang muncul begitu saja. Sebelumnya, pemerintahannya telah mengambil langkah resmi untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Lake America atau Danau Amerika.

Pada 27 Agustus 2026, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan pemerintah federal AS untuk menggunakan nama baru tersebut. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pemerintahannya untuk menonjolkan identitas dan sejarah Amerika Serikat dalam penamaan sejumlah wilayah geografis.

Danau Ontario merupakan salah satu dari lima danau besar di Amerika Utara atau Great Lakes. Perairan ini berada di kawasan perbatasan Amerika Serikat dan Kanada, dengan Negara Bagian New York di sisi selatan dan Provinsi Ontario di sisi utara.

Perubahan nama tersebut tidak serta-merta menghilangkan penggunaan nama Danau Ontario di seluruh dunia. Pemerintah AS dapat mengatur penamaan yang digunakan dalam administrasi federalnya, tetapi tidak bisa begitu saja mewajibkan negara lain mengikuti keputusan tersebut.

Perbedaan sikap itu terlihat dari respons Kanada yang tetap mempertahankan nama Danau Ontario.

Kanada Tetap Menggunakan Nama Danau Ontario

Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya menolak langkah Trump mengganti nama danau tersebut. Ia menegaskan bahwa Kanada akan tetap menggunakan nama Danau Ontario, yang memiliki akar sejarah panjang dan berkaitan dengan bahasa masyarakat pribumi.

Sikap Kanada menunjukkan bahwa perubahan nama geografis yang melintasi batas negara bukan sekadar persoalan administrasi. Penamaan juga berkaitan dengan sejarah, identitas, dan pengakuan terhadap warisan budaya suatu wilayah.

Dalam kasus Danau Ontario, keputusan pemerintah AS tidak otomatis mengikat Kanada. Karena itu, satu wilayah perairan dapat memiliki penyebutan berbeda dalam administrasi atau layanan pemetaan, bergantung pada kebijakan yang diterapkan masing-masing pihak.

Bukan Kali Pertama Trump Mengusulkan Perubahan Nama

Trump sebelumnya juga mengubah penyebutan Teluk Meksiko menjadi Gulf of America atau Teluk Amerika melalui perintah eksekutif pada Januari 2025.

Langkah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintahan Trump menggunakan kebijakan penamaan geografis untuk menegaskan identitas nasional Amerika Serikat. Namun, penerapannya tidak berarti seluruh negara dan lembaga internasional harus menggunakan nama yang sama.

Trump juga pernah mengangkat gagasan untuk mengganti nama Selat Hormuz dengan nama yang merujuk pada dirinya. Kini, dengan munculnya usulan mengenai Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik, perhatian kembali tertuju pada sejauh mana gagasan tersebut akan ditindaklanjuti.

Meski demikian, pernyataan Trump di Tennessee masih berupa usulan. Belum ada keputusan resmi yang diumumkan untuk mengganti nama Samudra Atlantik maupun Samudra Pasifik menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika.

Bisakah Nama Samudra Diubah Sepihak?

Penamaan geografis memiliki mekanisme yang berbeda-beda, bergantung pada wilayah dan kewenangan lembaga yang menetapkannya. Pemerintah suatu negara dapat menentukan nama yang digunakan dalam dokumen resmi dan peta nasionalnya, tetapi penerimaan internasional merupakan persoalan lain.

Untuk wilayah perairan yang dikenal secara global, penggunaan nama juga berkaitan dengan konvensi geografis, pemetaan internasional, serta kebiasaan yang telah berlangsung lama.

Karena itu, jika Trump benar-benar menindaklanjuti gagasan tersebut, perubahan nama di lingkungan administrasi Amerika Serikat belum tentu membuat masyarakat internasional meninggalkan nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik.

Untuk saat ini, kedua nama tersebut tetap menjadi nama geografis yang dikenal luas di dunia. Usulan Trump masih perlu dibedakan dari keputusan resmi yang telah ditetapkan dan penerimaan oleh pihak-pihak internasional.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru