Loading
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengundurkan diri jabatannya. (Antaranews)
ROMA, ITALIA, ARAHKITA.COM - Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte yang tidak termasuk dalam dua partai koalisi, diperkirakan mengundurkan diri pada Selasa (20/8/2019). Pengunduran dirinya akan membuka jalan bagi kepala negara untuk mulai berkonsultasi dengan partai-partai untuk menentukan apakah koalisi baru dapat dibentuk.
Jika gagal, Presiden Sergio Mattarella akan membubarkan parlemen.
Conte mengumumkan mundur dari jabatannya, Selasa (20/8/2019), dan mengecam menteri dalam negerinya sendiri, Matteo Salvini, yang ia tuding menggembosi koalisi berkuasa serta membahayakan ekonomi negara bagi keuntungan pribadi dan politik.
Conte berpidato di hadapan para anggota parlemen, yang dipanggil dari reses musim panas untuk memutuskan masa depan pemerintah yang baru berusia setahun. Ia menuduh Salvini, yang adalah ketua partai Liga, berupaya mencari keuntungan untuk terus meningkatkan popularitasnya.
"(Salvini) telah memperlihatkan bahwa ia mengikuti kepentingannya sendiri dan kepentingan partainya," kata Conte kepada para anggota Senat yang memenuhi ruangan, sementara Salvini duduk di sisinya dengan wajah dingin.
Baca juga:
PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur, Akui Tekanan Politik dan Singgung Hubungan Tarif dengan AS"Keputusannya menimbulkan risiko serius bagi negara ini."
Conte sebagaimana pantauan Antara dari Reuters, melancarkan kecaman sementara Salvini duduk tepat di sebelahnya. Salvini kadang-kadang menggelengkan kepala, memutar-mutar bola mata atau mengangguk-angguk kepada para senator Liga ketika sang perdana menteri menyuarakan kritik pedas atas tindakan Salvini selama dua minggu terakhir.
Di seberang Conte, duduk Luigi Di Maio, kepala mitra koalisi Liga yang sekarang terasing, Gerakan Bintang-5.
Salvini dalam 12 terakhir ini mencap mitra Liga itu sebagai penghalang sejak ia mencabut persekutuan mereka.
Salvini telah menuntut penyelenggaraan pemilihan dini, tiga setengah tahun lebih awal dari jadwal semula.
Ia yakin popularitasnya yang melonjak akan membawanya ke kursi kekuasaan sebagai perdana menteri dan mendorong Bintang-5 yang antikemapanan menjadi oposisi.