Loading
Tiga anak meninggal karena amoeba pemakan otak Foto ilustrasi The Independent
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kasus langka akibat amoeba pemakan otak terjadi di India Selatan. Anak laki-laki berusia 12 tahun menjadi korban ketiga yang disebabkan infeksi langka amoeba pemakan otak saat mandi di kolam di Kozhikode, Kerala.
Sebelumnya, dua anak sejak Mei juga menjadi korban setelah menderita meningoensefalitis amoeba primer. Ketiga korban berasal dari negara bagian yang sama di India. Korban pertama gadis berusia lima tahun meningga pada 21 Mei 2024, dan kedua gadis berusia 13 tahun, meninggal pada 25 Juni 2024.
Terbaru anak laki-laki berusia 12 tahun yang jatuh sakit setelah mandi di kolam dan sempat menjalani perawatan, namun meninggal, Kamis (4/7), dilansir The Independent.
Baca juga:
Korban Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Israel, Setelah Renggut Tiga Nyawa di India Selatan“Kami mengidentifikasi infeksi tersebut dalam tes yang dilakukan di laboratorium, dan segera memberitahu petugas medis distrik yang mengambil tindakan pencegahan dengan menutup akses ke kolam tempat anak tersebut mandi,” kata seorang dokter yang tidak disebutkan namanya yang merawat bocah tersebut seperti dikutip Press Trust of India.
Amoeba Naegleria fowleri tumbuh subur di air tawar yang hangat dan menginfeksi manusia melalui hidung.
Baca juga:
Tragedi di Kuil India Selatan: 9 Orang Tewas Terinjak saat Ritual Keagamaan di Andhra PradeshPenyakit ini juga ditemukan di sumber air industri yang dipanaskan secara artifisial dan persediaan air rumah tangga.
Departemen kesehatan negara bagian telah menyarankan kehati-hatian saat mandi di air yang tergenang dan menekankan perlunya klorinasi yang tepat untuk mencegah infeksi.
"Mandi di air yang tergenang dan menyelam di air harus dihindari sebisa mungkin," kata departemen tersebut.
"Air di taman hiburan dan kolam renang harus diklorinasi dengan benar untuk memastikannya bersih,¨ tambah pernyataan dari departemen tersebut.
Meski tidak menular, infeksi ini dapat merusak jaringan otak dan menyebabkan pembengkakan otak yang parah.
Gejalanya meliputi sakit kepala, demam, mual, dan muntah. Seiring perkembangan kondisi, pasien juga dapat mengalami leher kaku, mengalami kebingungan, kejang, halusinasi, dan berpotensi mengalami koma.