Rabu, 09 September 2026

PBB: Panas Ekstrem Bunuh Hampir Setengah Juta Orang per Tahun


 PBB: Panas Ekstrem Bunuh Hampir Setengah Juta Orang per Tahun Ilustrasi gelombang panas katadata

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, mengatakan panas ekstrem membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali lebih banyak dari pada siklon tropis.

 

"Kita tahu apa yang mendorongnya -- perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan bahan bakar fosil. Dan kita tahu itu akan menjadi lebih buruk," katanya Guterres dikutip Antara, Kamis.

¨Panas ekstrem adalah ketidaknormalan baru. Tetapi kabar baiknya adalah kita dapat menyelamatkan nyawa dan membatasi dampaknya,"lanjut Guterres.

Dia menekankan bahwa panas ekstrem semakin menghancurkan ekonomi, memperlebar kesenjangan, melemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB dan kian banyak meminta korban jiwa.Karena itu, Sekjen PBB mengatakan bahwa pihaknya meluncurkan tuntutan global dengan empat area fokus – merawat yang paling rentan, meningkatkan perlindungan bagi pekerja, meningkatkan ketahanan ekonomi dan masyarakat dengan menggunakan data dan sains.Guterres menegaskan bahwa poin utamanya fokus pada komunitas internasional yang terkena dampak panas ekstrem."Namun, jangan lupa bahwa masih banyak lagi gejala krisis iklim yang menghancurkan: Badai yang semakin dahsyat, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut -- dan masih banyak lagi," katanya.¨Untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, kita perlu melawan penyakit. Penyakit itu adalah kegilaan yang membakar satu-satunya rumah kita. Penyakit itu adalah kecanduan bahan bakar fosil. Penyakit itu adalah tidak adanya tindakan untuk mengatasi perubahan iklim."Dia mengatakan G20 harus mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang rentan."Pesannya jelas: Panas sedang terjadi. Panas ekstrem berdampak ekstrem pada manusia dan planet ini. Dunia harus bangkit menghadapi tantangan kenaikan suhu," tegasnya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru